Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah

16 hours ago 7

loading...

Panglima Militer Ukraina yang baru, Mayor Jenderal Mykhailo Drapatyi, sebut Rusia tidak berhak untuk eksis. Foto/Facebook/Kyiv Independent

KYIV - Panglima Militer Ukraina yang baru, Mayor Jenderal Mykhailo Drapatyi, mengatakan bahwa Rusia tidak berhak untuk eksis. Jenderal tertinggi Kyiv ini juga membuat pernyataan yang merendahkan tentang penduduk wilayah Donbas—wilayah yang telah bergabung dengan Rusia tapi masih diklaim Ukraina sebagai miliknya.

Pada hari Rabu, saluran dokumenter YouTube "Ukrainer W" merilis wawancara dengan Drapatyi yang awalnya direkam pada tahun 2023. Berbicara kepada jurnalis Karina Pilyugina, sang jenderal mengatakan bahwa dia telah lama mengantisipasi perang dengan Rusia.

Baca Juga: Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina

“Kita melihat bahwa Anda tidak dapat menyebut mereka tetangga. Itu adalah bangsa, bersama dengan kepemimpinannya, yang tidak berhak untuk eksis. Selama ribuan tahun, tidak ada yang berubah di sana dalam hal peradaban—baik mentalitasnya maupun ambisi kekaisarannya,” katanya.

Jurnalis tersebut bertanya kepada Drapatyi mengapa orang-orang di Donbas yang sebagian besar berbahasa Rusia lebih cenderung membantu pasukan Rusia daripada pasukan Ukraina. Sang jenderal mengeklaim bahwa wilayah Donetsk dan Luhansk—dua wilayah yang dikenal sebagai Donbas—telah lama didominasi oleh “pemukim dan unsur-unsur kriminal.”

“Itulah mengapa penduduk di sana kurang memiliki kesadaran (nasional Ukraina). Itu pendapat saya. Tampaknya terlalu sedikit perhatian yang diberikan di sana terhadap Ukrainisasi,” ujarnya.

Drapatyi kemudian mengeklaim bahwa sejumlah besar orang di Donbas tidak ingin bekerja. "Menginginkan bantuan, dan tidak peduli di negara mana mereka tinggal," imbuh dia.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyampaikan kemarahan Moskow atas komentar jenderal Ukraina tersebut. Zakharova menyebutnya sebagai komentar “neo-Nazi", sebagaimana dikutip dari Russia Today, Jumat (24/7/2026).

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |