- Apa keutamaan utama bulan Ramadhan?
- Kapan malam Lailatul Qadar terjadi?
- Mengapa pahala amal dilipatgandakan di bulan Ramadhan?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Bulan Ramadhan adalah periode yang sangat dinanti-nantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Bukan hanya sebagai waktu untuk menjalankan ibadah puasa, tetapi juga karena berbagai keistimewaan dan keberkahan yang menjadikannya berbeda dari bulan-bulan lainnya. Bulan suci ini merupakan "musim semi" bagi rohani umat Islam, di mana Allah SWT melipatgandakan pahala dan membuka pintu ampunan seluas-luasnya.
Memahami keistimewaan-keististimewaan ini dapat memperdalam penghayatan umat Muslim terhadap bulan yang mulia ini. Ramadhan menjadi momentum puncak spiritual untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Lantas kenapa bulan Ramadhan istimewa? Apa saja keutamaan yang membuat bulan Ramadhan berbeda dari bulan lain? Melansir dari berbagai sumber, Jumat (6/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
1. Bulan Diturunkannya Al-Qur'an (Nuzulul Qur'an)
Salah satu keistimewaan utama Bulan Ramadhan adalah diturunkannya Al-Qur'an, kitab suci umat Islam, sebagai petunjuk bagi manusia dan pembeda antara yang hak dan yang batil. Peristiwa bersejarah ini, yang dikenal sebagai Nuzulul Qur'an, terjadi pada 17 Ramadhan 610 M, ketika wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 185: "Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)." Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama amalan pada bulan Ramadhan adalah membentuk insan bertakwa yang menjadikan Kitabullah sebagai pedoman hidup.
Oleh karena itu, Ramadhan menjadi waktu yang istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mentadabburi Al-Qur'an. Banyak ulama dan sahabat Nabi SAW, seperti Utsman bin Affan dan Sufyan Ats-Tsauri, dikenal memperbanyak interaksi dengan Al-Qur'an di bulan ini, bahkan meninggalkan ibadah sunnah lainnya untuk fokus pada Al-Qur'an.
2. Terdapat Malam Lailatul Qadar
Ramadhan memiliki malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini adalah malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, di mana doa-doa dikabulkan dan pahala ibadah dilipatgandakan. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qadr ayat 3: "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
Ini berarti ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar memiliki nilai yang melampaui ibadah selama ribuan bulan. Meskipun tanggal pastinya tidak diketahui, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
Pada malam ini, para malaikat dan Ruh (Jibril) turun ke bumi dengan izin Allah untuk mengatur segala urusan, membawa rahmat dan keberkahan. Umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan berdoa memohon ampunan untuk meraih keutamaan malam ini.
3. Pahala Amal Dilipatgandakan
Di Bulan Ramadhan, setiap amal kebaikan akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa yang balasannya langsung dari Allah SWT.
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya), 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.'" Ini menjadikan Ramadhan sebagai waktu istimewa untuk mengumpulkan pahala dan meningkatkan ibadah.
Amalan-amalan seperti puasa Ramadhan itu sendiri, memberi makan orang berbuka, memperbanyak tilawah Al-Qur'an, melaksanakan shalat Tarawih dan Qiyamul Lail, memperbanyak sedekah, serta I'tikaf di masjid, semuanya akan mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda. Bahkan, umrah yang dilakukan di bulan Ramadhan memiliki pahala yang setara dengan ibadah haji.
4. Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Setan Dibelenggu
Keistimewaan Ramadhan juga terlihat dari dibukanya pintu-pintu surga, ditutupnya pintu-pintu neraka, dan dibelenggunya setan-setan selama bulan ini. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila tiba Bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan pun dirantai."
Hadits ini menunjukkan keagungan Bulan Ramadhan dan kedudukannya yang tinggi di sisi Allah SWT. Makna dibukanya pintu surga dapat diartikan sebagai banyaknya ketaatan di bulan Ramadhan yang menjadi perantara menuju surga, serta terbukanya pintu rahmat, pahala, dan ampunan.
Ditutupnya pintu neraka bermakna dipalingkannya keinginan untuk bermaksiat yang dapat menjerumuskan pelakunya ke neraka, serta lebih banyaknya rahmat Allah daripada kemurkaan-Nya. Sementara itu, dibelenggunya setan berarti setan lebih sulit untuk menggoda dan mengajak kepada kesenangan syahwat, sehingga ruang gerak setan semakin sedikit. Kondisi ini memberikan peluang besar bagi umat Islam untuk lebih fokus beribadah dan menjauhi perbuatan maksiat, meskipun godaan dari nafsu internal dan kebiasaan buruk tetap ada.
5. Bulan Pengampunan Dosa (Maghfirah)
Ramadhan dikenal sebagai bulan pengampunan dosa (syahrul maghfirah), di mana Allah SWT membuka pintu ampunan bagi seluruh hamba-Nya. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadhan adalah kesempatan bagi setiap Muslim untuk kembali kepada Allah dan mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa yang telah lalu. Pengampunan di bulan Ramadhan tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga mengandung unsur kebaikan, pemberian, perlindungan dari dampak buruk dosa, serta penerimaan dan keridaan dari Allah (maghfirah).
Selain puasa, ibadah malam seperti shalat Tarawih dan Qiyamul Lail yang dilakukan dengan iman dan mengharap pahala juga akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Momentum ini menjadi puncak spiritual bagi umat Islam untuk meraih ampunan dan pahala yang berlipat ganda, terutama pada malam Lailatul Qadar.
6. Doa-doa Dikabulkan (Mustajab)
Salah satu keistimewaan Ramadhan adalah adanya waktu-waktu mustajab untuk berdoa, di mana doa yang dipanjatkan diyakini lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang yang berpuasa termasuk doa yang tidak tertolak hingga waktu berbuka.
"Ada tiga doa yang tidak tertolak: doa pemimpin yang adil, doa orang yang berpuasa hingga berbuka, dan doa orang yang dizalimi." Waktu-waktu mustajab untuk berdoa di bulan Ramadhan meliputi waktu sahur (sepertiga malam terakhir), sepanjang waktu berpuasa, saat azan berkumandang, dan saat menjelang berbuka puasa.
Pada waktu sahur, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri." Kondisi spiritual seseorang yang sedang berpuasa, dengan menekan nafsu dan memperkuat rohani, membuat getaran doa seorang mukmin lebih mudah "menembus" langit.
7. Bulan Melatih Kesabaran
Ramadhan sering disebut sebagai "Syahrul Sabr" atau Bulan Kesabaran. Selama bulan ini, umat Muslim dilatih untuk menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dari fajar hingga magrib. Puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan ujian kendali diri di tengah godaan duniawi dan momentum untuk meningkatkan ketakwaan.
"Ramadhan sering disebut sebagai bulan kesabaran. Ini karena selama bulan Ramadhan, umat muslim di seluruh dunia dilatih untuk menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dari fajar hingga magrib. Selain itu, Ramadhan juga melatih kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian." Kesabaran adalah asas terbesar bagi setiap akhlak yang indah dan upaya menghindari akhlak yang hina.
Puasa melatih kesabaran dalam melakukan ketaatan kepada Allah, dalam menghindari maksiat, dan dalam menghadapi takdir Allah yang terasa berat. Dengan kesabaran, seorang hamba dapat meraih ridha Allah dan pahala yang tak terhingga. Ramadhan menjadi madrasah agung yang mendidik jiwa dan meluruskannya, membentuk pribadi yang lebih disiplin, konsisten, dan tenang dalam menghadapi tantangan.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Kenapa Bulan Ramadhan Istimewa
1. Apa keutamaan utama bulan Ramadhan?
Jawaban: Keutamaan utama bulan Ramadhan meliputi diturunkannya Al-Qur'an, adanya malam Lailatul Qadar, pahala amal yang dilipatgandakan, serta dibukanya pintu surga dan dibelenggunya setan.
2. Kapan malam Lailatul Qadar terjadi?
Jawaban: Malam Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil, meskipun tanggal pastinya tidak diketahui secara pasti.
3. Mengapa pahala amal dilipatgandakan di bulan Ramadhan?
Jawaban: Pahala amal dilipatgandakan di bulan Ramadhan karena Allah SWT memberikan ganjaran berlipat ganda untuk setiap kebaikan, bahkan puasa memiliki balasan langsung dari-Nya.
4. Bagaimana Ramadhan melatih kesabaran?
Jawaban: Ramadhan melatih kesabaran dengan mewajibkan umat Muslim menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu dari fajar hingga magrib, serta menghadapi berbagai ujian.
5. Apakah doa di bulan Ramadhan lebih mudah dikabulkan?
Jawaban: Ya, doa di bulan Ramadhan diyakini lebih mudah dikabulkan, terutama pada waktu sahur, sepanjang waktu berpuasa, saat azan, dan menjelang berbuka puasa.

8 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3417971/original/030242600_1617341011-143290463_3493436664039357_2083209501957817431_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4599997/original/093433900_1696501516-pexels-alexy-almond-3756527_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2242528/original/098066300_1528364808-clouds-mosque-muslim-87500.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010961/original/082719200_1651214802-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514457/original/047318700_1772090963-047059900_1589431437-285194-P693MO-311.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/916176/original/009190200_1435802335-mobil-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517185/original/087112300_1772418746-Amplop_ketupat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5517636/original/037027400_1772434717-meisya.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/921188/original/069945800_1436250558-header_salaamatan_bs.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522023/original/056493200_1772707726-Ruang_Keluarga.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5343705/original/075719100_1757470338-gac_aion_v_launched_in_europe-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5159323/original/011934800_1741710369-zakat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010962/original/065645500_1651214803-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5520075/original/094163400_1772605889-Modena.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355482/original/010492400_1758338914-q.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3127703/original/091823000_1589431438-unknown-person-sitting-indoors-2112049__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518091/original/053492900_1772461446-Ramadan_Hub.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518446/original/031235500_1772508787-febby_rastanty.jpg)




























