Megaproyek 'Nekat' Elon Musk Senilai Rp 962 Triliun Jadi Sorotan Dunia

6 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis kelangkaan chip memori tengah menghantam dunia. Kelangkaan komponen vital ini mulai memberikan dampak nyata pada lonjakan harga perangkat elektronik konsumen, mulai dari ponsel pintar (smartphone) hingga laptop.

Sejumlah raksasa teknologi dan produsen semikonduktor global bahkan telah melontarkan peringatan keras bahwa dampak masif dari krisis ini diprediksi akan terus berlanjut hingga tahun 2027 mendatang.

Di tengah situasi pelik tersebut, miliarder eksentrik Elon Musk langsung mengambil langkah berani. Musk berencana memproduksi chip mandiri melalui megaproyek ambisius yang diberi nama 'Terafab'. Proyek ini dilaporkan menelan nilai investasi fantastis mencapai US$ 55 miliar atau setara dengan Rp 962 triliun (asumsi kurs Rp 17.508/US$).

Berdasarkan laporan Reuters, SpaceX yang merupakan perusahaan antariksa milik Musk, telah mengajukan usulan investasi awal untuk proyek tersebut. Dana jumbo yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk membangun fasilitas manufaktur semikonduktor mutakhir di Texas, Amerika Serikat (AS).

Terafab diproyeksikan menjadi titik temu bagi unit bisnis Musk lainnya, yakni SpaceX, xAI, dan Tesla. Rencananya, akan dibangun dua pabrik chip canggih di Grimes County yang akan memproduksi komponen untuk kebutuhan yang berbeda.

Fasilitas pertama akan difokuskan untuk menyuplai chip bagi kendaraan listrik Tesla dan robot humanoid Optimus. Sementara fasilitas lainnya akan menyokong data center kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di luar angkasa, yang menjadi salah satu ambisi besar Musk belakangan ini.

"Kita harus membangun Terafab atau kita tidak akan memiliki chip sama sekali," tegas Musk dalam presentasinya di Austin beberapa waktu lalu.

Musk berargumen bahwa produksi chip global saat ini hanya mampu memenuhi sebagian kecil dari kebutuhan industrinya. Ia memprediksi permintaan di masa depan akan jauh melampaui total kapasitas produksi dunia yang ada saat ini.

Menariknya, Terafab tidak hanya akan menjadi pabrik perakitan, tetapi akan menangani seluruh proses produksi dari hulu ke hilir, termasuk desain arsitektur chip secara mandiri. Musk mengklaim Terafab bakal menghasilkan kapasitas komputasi hingga 1 terawatt per tahun-angka yang melampaui total produksi AS saat ini yang hanya berada di kisaran setengah terawatt.

Kendati demikian, ambisi besar ini tetap menuai catatan dari para analis. Lembaga riset Bernstein memperkirakan biaya untuk membangun fasilitas berkapasitas satu terawatt bisa membengkak antara US$ 5 triliun hingga US$ 13 triliun.

Hingga saat ini, detail mengenai jadwal operasional Terafab masih menjadi tanda tanya. Mengingat rekam jejak Musk yang kerap mengumumkan proyek visioner namun berakhir dengan penundaan (delay) atau kegagalan, pasar kini menanti apakah Terafab akan menjadi solusi krisis chip dunia atau sekadar janji manis sang 'Iron Man'.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |