Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas ambruk pada hari ini setelah terbang pada Jumat pekan lalu. Perkembangan terbaru juga menunjukkan ketegangan di Timur Tengah justru bisa berdampak negatif ke emas.
Merujuk Refinitiv, harga emas pada hari ini, Senin (9/3/2026) pukul 06.36 WIB, harga emas ada di posisi US$ 5083,79 per troy ons. Harganya ambruk 1,7%.
Kenaikan ini berbanding terballik dengan Jumat pekan lalu. Harga emas ditutup di posisi US$ 5.169,92 per troy ons pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (6/3/2026). Harganya terbang 1,83%.
Kendati demikian, harga emas tetap ambruk 2,03% dalam sepekan. Pelemahan ini mengakhiri rekor positif dalam empat pekan beruntun sebelumnya yang selalu naik.
Pergerakan terbaru menunjukkan bagaimana sentimen pasar dapat berubah sangat cepat. Emas bergerak dalam volatilitas intraday yang sehingga investor harus lebih berhati-hati.
Pantulan harga jangka pendek dapat memudar jika dolar terus menguat, bahkan jika prospek jangka menengah tetap positif.
Setelah kenaikan cepat, harga emas biasanya berhenti sejenak sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya.
Dalam kondisi ini, penurunan harga sering dimanfaatkan investor untuk membeli jika dukungan makro tetap kuat.
Namun jika harga gagal bertahan di kisaran saat ini, kenaikan bisa tertunda meskipun prospek jangka menengah tetap positif.
Data Ekonomi Terbelah, Harga Emas Kemana?
Data tenaga kerja AS yang lebih lemah meningkatkan keyakinan bahwa The Federal Reserve dapat mulai memangkas suku bunga pada akhir 2026.
Pembelian oleh bank sentral dan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung juga memberikan dukungan, sementara penguatan dolar AS dan volatilitas terbaru membatasi kenaikan yang terlalu tajam.
Suku bunga yang lebih rendah biasanya menurunkan imbal hasil riil, yang menguntungkan aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Risiko geopolitik yang terus berlanjut juga menjaga permintaan terhadap aset safe haven tetap kuat.
Berita terkait konflik atau ketegangan perdagangan sering kali memicu aliran dana cepat ke emas.
Namun, apa yang terjadi di Timur Tengah juga membuat harga emas tenggelam. Lonjakan harga minyak berarti ada risiko inflasi melonjak. The Fed pun diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga dengan cepat.
Ketegangan di Timur Tengah juga membuat indeks dolar melonjak hingga 99,46 pada Jumat pekan lalu, tertinggi sejak November 2025.
Emas diperdagangkan dalam dolar AS, sehingga penguatan dolar dapat membatasi kenaikan atau memicu koreksi harga.
Addsource on Google

7 hours ago
2
















































