Jakarta, CNBC Indonesia - Beragam sentimen dari dalam dan luar negeri cukup ramai pada pekan depan. Mulai dari pengumuman suku bunga The Federal Reserve atau The Fed hingga tanggal cum date dividen emiten tambang.
Pengumuman Suku Bunga Bank Sentral Jepang
Sentimen penting pertama pada 28 April 2026, yakni pengumuman suku bunga Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan. Berdasarkan konsensus Trading economics, suku bunga bank sentral Jepang bertahan di 0,75% kali ini.
Pasar melihat suku bunga bertahan karena prospek berakhirnya perang Iran dalam waktu dekat yang semakin memudar membuat pasar tetap bergejolak dan mungkin akan mempertimbangkan kenaikan pada Juni atau Juli.
"Bank Sentral Jepang (BOJ) akan mempertahankan suku bunga saat ini tetapi menyampaikan pesan yang agresif dengan mempertimbangkan kenaikan suku bunga pada bulan Juni atau Juli," kata Tetsuya Inoue, ekonom eksekutif di Sony Financial Group, dikutip pada Minggu (26/4/2026).
"Perilaku penetapan harga perusahaan telah berubah, jadi BOJ harus terus mengawasi tanda-tanda efek putaran kedua," katanya. "Prakiraan harga dewan akan memberikan petunjuk tentang seberapa ketat BOJ dalam prospek suku bunga." sambungnya.
Bank sentral mungkin akan mengubah panduan kebijakannya yang berjanji untuk menaikkan suku bunga "sesuai dengan perbaikan ekonomi dan harga," untuk mengkomunikasikan dengan lebih baik kesediaannya bertindak secara fleksibel terhadap risiko inflasi akibat perang, kata mereka.
Hampir dua pertiga ekonom yang disurvey oleh Reuters memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuannya menjadi 1,0% pada akhir Juni.
Perlu diketahui, Jepang adalah salah satu negara penyumbang investasi yang besar ke Indonesia. Jika suku bunga naik, membuat biaya investasi juga meningkat, sehingga berpotensi menganggu aliran dana asing dari Jepang ke Tanah Air.
Pengumuman The Fed
The Fed akan mengumumkan kebijakan suku bunga pada 30 April 2026. Berdasarkan Fedwatch Tools, pasar yakin suku bunga akan tetap di 3,75%. Pasar juga akan fokus terhadap komentar dari petinggi The Fed terkait prospek suku bunga ke depan.
Keputusan menahan suku bunga didorong oleh kondisi ekonomi yang masih penuh ketidakpastian, terutama inflasi belum sepenuhnya turun ke target 2%, harga energi (minyak) naik karena konflik global, dan konsumsi masyarakat mulai tertekan.
Ada dampak suku bunga tinggi yang bertahan lama, higher for longer terhadap konsumsi masyarakat Amerika Serikat dan bisa berdampak kepada ekonomi.
Pertama, pinjaman yang mahal untuk konsumsi seperti kredit rumah, kredit monil, hingga kartu kredit yang digunakan belanja sehari-hari. Akibatnya, konsumsi bisa tertunda.
Kedua, tekanan biaya hidup yang tinggi ditambah dengan kenaikan harga energi dan juga barang serta jasa yang lebih mahal. Hal ini berpotensi membuat daya beli masyarakat terjepit.
GDP Adv Amerika Serikat Q1 2026
Berdasarkan konsensus yang dihimpun oleh Trading Economics, pembacaan awal pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan tumbuh 2,1% pada kuartal pertama 2026.
Pertumbuhan itu jauh lebih tinggi dibandingkan pada kuartal sebelumnya yang tumbuh 0,5%. Pertumbuhan ini bisa dikatakan kuat meskipun gejolak perang yang terjadi di Iran.
Cum Dividen Perusahaan Tambang
Sejumlah perusahaan tambang akan mencatatkan cum date dividen pada pekan ini. Seperti diketahui, biasanya nominal dividen emiten tambang bisa relatif besar nilainya.
Pertama, cum Dividen Tunai PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang jatuh pada 27 April 2026. Adapun berdasarkan RUPS Tahunan, ADMR akan membagikan total dividen US$120 juta atau Rp2,05 triliun (kurs=Rp17.000/US$) dengan rasio pembayaran dividen 44,5% dari laba bersih 2025. Maka dari itu, investor akan mendapatkan dividen sekitar Rp50 per saham yang dibayarkan pada 6 Mei 2026.
Berikutnya ada cum Dividen Tunai PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang jatuh pada 27 April 2026. Adapun berdasarkan RUPS Tahunan, ADRO akan membagikan total dividen US$197,5 juta atau Rp3 triliun (kurs=Rp17.000/US$). Maka dari itu, investor akan mendapatkan dividen sekitar Rp100-106 per saham yang dibayarkan pada 8 Mei 2026.
Selanjutnya, cum Dividen Tunai PT Indotambangraya Megah Tbk (ITMG) yang jatuh pada 27 April 2026. Adapun berdasarkan RUPS Tahunan, ITMG akan membagikan total dividen US$64,54 juta, investor akan mendapatkan dividen sekitar Rp978per saham yang dibayarkan pada 19 Mei 2026.
(ras/ras)
Addsource on Google

2 hours ago
2
















































