Jakarta, CNBC Indonesia - Di era sulitnya mencari kerja, ternyata ada satu profesi teknis yang tak membutuhkan gelar sarjana tapi bisa menghasilkan gaji fantastis. Yang dibutuhkan hanya keahlian teknis yang disertai sertifikasi. Profesi itu adalah underwater welder alias tukang las bawah air sering
Underwater welder sering disebut sebagai salah satu pekerjaan paling unik sekaligus berisiko tinggi di dunia. Tugas mereka bukan hanya mengelas, tetapi juga memperbaiki dan merawat struktur bawah laut seperti anjungan minyak dan gas lepas pantai, pipa bawah laut, kapal, bendungan, hingga turbin pembangkit listrik.
Untuk bisa bekerja sebagai pengelas bawah air, seseorang biasanya harus memiliki dua keahlian sekaligus: sertifikasi penyelam profesional dan sertifikasi pengelasan. Karena kombinasi keterampilan yang langka ini, underwater welder termasuk tenaga kerja yang sangat spesialis.
Pekerjaan ini dilakukan dalam kondisi yang jauh lebih menantang dibanding pengelasan biasa. Para pekerja dapat beroperasi di kedalaman puluhan hingga ratusan meter, menghadapi arus laut, suhu dingin, visibilitas rendah, serta tekanan air yang tinggi. Salah satu teknik yang umum digunakan adalah wet welding, yaitu mengelas langsung di dalam air menggunakan peralatan khusus yang dirancang untuk tetap menghasilkan busur listrik secara aman. Ada pula dry welding yang dilakukan di ruang kedap air khusus (hyperbaric chamber) sehingga hasil lasnya lebih presisi untuk proyek-proyek kritis seperti infrastruktur energi.
Karena tingkat kesulitan dan risikonya tinggi, underwater welder termasuk salah satu profesi teknis dengan bayaran yang relatif besar. Menurut situs Salary Experts, rata-rata pendapatan underwater welder bisa mencapai Rp400 juta setahun untuk posisi senior. Di beberapa negara, pekerja berpengalaman yang menangani proyek lepas pantai dapat memperoleh penghasilan ratusan ribu dolar AS per tahun atau mulai dari Rp2 miliar per tahun.
Besarnya gaji profesi ini sebanding dengan tantangan yang dihadapi, mulai dari risiko penyakit dekompresi (decompression sickness), hipotermia, hingga bahaya yang terkait dengan lingkungan laut. Meski demikian, profesi ini tetap dibutuhkan secara global karena banyak infrastruktur penting dunia, mulai dari energi hingga transportasi maritim, bergantung pada perawatan dan perbaikan yang hanya bisa dilakukan di bawah permukaan air.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

11 hours ago
3

















































