Realisasi Investasi Jakarta Semester I 2026 Serap Hampir 300 Ribu Tenaga Kerja

5 hours ago 2

loading...

Realisasi investasi di DKI Jakarta pada Semester I Tahun 2026 terus menunjukkan kinerja yang positif sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Foto: Ist

JAKARTA - Realisasi investasi di DKI Jakarta pada Semester I Tahun 2026 terus menunjukkan kinerja yang positif sekaligus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Selain mencatatkan nilai investasi sekitar Rp173,6 triliun atau 17,2 persen dari total realisasi investasi nasional, investasi di Jakarta juga berhasil menyerap sekitar 298 ribu tenaga kerja.

Kepala Unit Pengelola Jakarta Investment Centre (UP JIC) Ezrin Kartika mengungkapkan, serapan tenaga kerja tersebut terdiri atas lebih dari 220 ribu tenaga kerja dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan sekitar 78 ribu tenaga kerja dari Penanaman Modal Asing (PMA).

Capaian tersebut menunjukkan investasi memiliki peran strategis sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Menengok Potensi Investasi Perumahan Dekat Bandara di Jakarta Barat

"Keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari banyaknya proyek yang sudah dibangun atau yang berhasil dibangun, tapi kita lihat juga dari dampak ekonominya karena investasi itu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi," ujar Ezrin dalam Podcast Rabu Belajar yang diselenggarakan di Mal Pelayanan Publik DKI Jakarta serta disiarkan langsung YouTube Pemprov DKI Jakarta dan BPSDM Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Ezrin, tingginya penyerapan tenaga kerja menjadi bukti bahwa investasi yang masuk ke Jakarta tidak hanya menghadirkan modal, tetapi juga membuka peluang kerja di berbagai sektor usaha sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional yang didukung oleh infrastruktur, pasar, serta ekosistem bisnis yang kompetitif.

“Pada akhirnya investasi itu dapat mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang semakin layak huni, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ucapnya.

Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat ekosistem investasi melalui berbagai upaya, mulai dari penyederhanaan proses perizinan, digitalisasi layanan, penyediaan data investasi yang semakin komprehensif, hingga pendampingan bagi investor melalui Jakarta Investment Centre (JIC). Pendampingan dilakukan sejak tahap penjajakan minat, business matching, koordinasi dengan perangkat daerah dan BUMD, hingga proses realisasi investasi sehingga investor memperoleh kepastian dan kemudahan dalam berinvestasi di Jakarta.

Pada Semester I Tahun 2026, Jakarta kembali mencatatkan diri sebagai provinsi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |