Rima Melati Adams Ungkap Panggilan Hatinya, Ingin Benar-Benar Memahami Al-Qur'an

3 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Rima Melati Adams rupanya telah bertahun-tahun ini memendam sebuah keinginan besar. Yakni memperdalam pengetahuannya tentang kitab suci Al-Qur'an. Hal ini ia ungkap dalam salah satu unggahannya di Instagram, pada 27 Februari 2026 lalu. 

"Bertahun-tahun yang lalu, aku menyimpan keinginan yang terpendam di hatiku. Untuk benar-benar belajar. Untuk benar-benar memahami Al-Qur'an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi sebagai wahyu," tulis istri Marcell Siahaan tersebut dalam caption berbahasa Inggris yang ia tulis. 

Pada Ramadan tahun ini, Rima akhirnya mengambil langkah besar untuk melakukan hal ini. 

"Pada tahun 2026, saya membuat perjanjian dengan diri sendiri. Bukan dengan cara yang megah atau dramatis. Hanya sebuah komitmen yang tenang dan memang telah diniatkan. Sebuah janji pribadi untuk tumbuh dengan penuh kesadaran," tulisnya.

Ia melanjutkan, "Untuk mengembangkan diri saya secara fisik, memperkuat diri saya secara mental, dan memperdalam diri saya secara spiritual dengan kecepatan yang terasa tulus dan utuh."

Rima Melati Jawab Pertanyaan soal Dirinya yang Kian Religius

Untuk meraih target ini, Rima mendapat bantuan dari seorang ustazah, dalam sebuah program daring untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam 30 hari. Sang aktris dan model ini juga membagikan sejumlah foto yang memperlihatkan dirinya serius menyimak kajian lewat laptopnya. 

"Mungkin ada yang bertanya, 'Mba Rima kok jadi religius banget? This is not about sudden transformation.This is about readiness (Ini bukan tentang perubahan mendadak, Ini tentang kesiapan)," tuturnya.

Waktu yang Tepat untuk Memperdalam Agama

Rima Melati mengungkap ada waktu yang tepat untuk segala hal. Termasuk perjalanannya memperdalam agama. 

"Dan ketika saya memilih untuk berkomitmen pada sesuatu, saya ingin melakukannya dengan sepenuh hati. Bukan setengah hati. Bukan terburu-buru. Tetapi dengan pemahaman. Dengan kedalaman," ia menjelaskan. 

Rima juga menyadari satu hal di usianya saat ini. "Pada usia 45, menuju 46 tahun, iman terasa tidak lagi terlalu tentang kewajiban, tapi lebih banyak soal berpikir untuk kembali secara sadar. Tentang refleksi. Tentang mencari keselarasan antara hati, pikiran, dan jiwa."

Mohon Doa

Terakhir, ia mohon doa dan dukungan dari warganet. 

"Mohon doanya, semoga Allah SWT memudahkan saya untuk menyelesaikan dan mengkhatamkan Al-Qur’an dengan lancar dan penuh pemahaman. Semoga setiap huruf menjadi cahaya. Amin amin yra," kata dia. 

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |