Saat Koruptor Menimbun Emas: dari 375 Kg di Irak hingga 74 Kg di Indonesia

15 hours ago 6

loading...

Aparat anti-korupsi Irak sita 375 kg emas terkait dugaan korupsi mantan Wakil Menteri Perminyakan Bidang Pengilangan, Adnan Al-Jumaili. Foto/Iraq News Agency

JAKARTA - Ada fenomena unik dalam pemberantasan korupsi di berbagai negara baru-baru ini, yakni tumpukan emas menjadi barang bukti yang disita aparat. Apakah emas sekarang menjadi primadona para koruptor selain uang tunai?

Penyitaan 375 kilogram emas batangan dalam kasus dugaan korupsi di Irak pada bulan ini kembali mengingatkan dunia bahwa logam mulia telah menjadi "brankas berjalan" bagi para koruptor.

Baca Juga: Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri

Sebelumnya, kasus serupa di Indonesia juga menggemparkan publik setelah pasukan polisi menyita 74 kilogram emas batangan bersama tumpukan uang tunai dalam perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Fenomena ini bukan sekadar kebetulan. Laporan Financial Action Task Force (FATF) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa emas merupakan salah satu instrumen favorit pelaku korupsi dan pencucian uang.

Alasan logis emas jadi primadona bagi para koruptor adalah nilainya tinggi, mudah dipindahkan, tahan terhadap inflasi, tidak bergantung pada sistem perbankan, dan relatif sulit dilacak setelah berpindah tangan atau dilebur.

Daftar Sitaan Emas Fantastis dalam Kasus Dugaan Korupsi

1. Irak (375 Kg Emas)

Pada bulan ini, Dewan Kehakiman Tertinggi Irak mengumumkan penyitaan 375 kilogram emas batangan dari penyelidikan dugaan korupsi yang menjerat Adnan Al-Jumaili, mantan Wakil Menteri Perminyakan Bidang Pengilangan.

Penyitaan dilakukan setelah penyidik anti-korupsi menelusuri jaringan aset yang diduga berasal dari praktik korupsi, penyalahgunaan kontrak pemerintah, dan praktik pencucian uang.

Selain emas, tim penyidik juga menemukan uang tunai senilai ratusan miliar rupiah yang disimpan di 11 botol galon air minum, berbagai properti, kendaraan mewah, hingga dokumen transaksi keuangan.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |