Sederet Hal yang Perlu Dihindari Selama Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan

6 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Saat melakukan puasa Ramadan, ada sejumlah hal yang perlu dihindari. Misalnya seperti menggunjing orang, berkelahi, menghina orang dan banyak masih banyak lagi.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas puasa agar lebih baik dan juga tidak memberi celah bagi diri sendiri untuk melakukan hal tercela.

Saat berpuasa, kita diwajibkan untuk menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga masuk waktu Maghrib. Namun lebih dari itu, kita juga ditantang untuk melatih kesabaran dan menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai ajang untuk memperbaiki diri, melansir Antara, Jumat 20 Februari 2026.

Banyak sekali manfaat dan hal-hal positif yang dapat dilakukan saat bulan Ramdhan, seperti berbenah diri agar lebih disiplin, mengatur kembali pola makan, waktu dan hubungan sosial agar menjadi pribadi yang lebih baik saat Ramadhan maupun setelahnya. 

Dalam mewujudkan seluruh goals yang ingin dicapai saat bulan Ramadhan tentu banyak sekali tantangan di depan mata. Kebiasaan yang sudah sering dilakukan semenjak sebelum Ramadhan menjadi tantangan besar yang menguji keimanan dan konsistensi kita dalam mencapai tujuan. 

Tak tanggung-tanggung, dampak dari tantangan yang dihadapi pun cukup besar, karena sekali tergoda melakukan hal tersebut maka pahala berpuasa kita tak akan sama besarnya seperti saat kita konsisten menahan diri dari berbagai cobaan. 

Kebiasaan ini nampak sepele, namun pengaruhnya cukup besar saat berpuasa dan mempengaruhi kualitas ibadah selama bulan Ramadhan juga. Maka penting untuk tetap menahan diri dari godaan dan konsisten untuk meningkatkan diri saat berpuasa untuk kualitas diri yang lebih baik.

Tidur Siang, Berbuka dan Sahur Secara Berlebihan

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa tidur siang yang berlebihan saat berpuasa dapat membuat waktu terbuang sia-sia. Karena lapar dan haus yang dirasakan saat berpuasa dapat menjernihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Maka Produktif saat berpuasa merupakan hal yang perlu dan dianjurkan. 

Porsi makan yang berlebihan saat berbuka dan sahur dapat menyebakan gangguan pencernaan dan mengurangi semangat beribadah.

Selain itu, dapat juga berpotensi meningkatkan resiko obesitas dan diabetes. Maka berbukalah sewajar dan secukupnya agar kebugaran tubuh tetap terjaga.

Tidur Larut Malam Tanpa Beribadah dan Bermedia Sosial Secara Berlebihan

Saat berpuasa, kita dianjurkan untuk sahur. Jika pada malam hari kita tidur larut malam maka pola tidur yang seharusnya sudah tersusun menjadi terganggu dan membuat tubuh lemas saat berkegiatan di siang hari. Pola tidur yang terjaga merupakan salah satu hal yang penting dilakukan saat berpuasa.

Kemudian, segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan selain ibadah tentunya, merupakan hal yang tidak baik.

Begitu pun bermedia sosial secara berlebihan, hal ini dapat mengurangi fokus beribadah dan membuang waktu secara percuma. Sebaiknya dilakukan secukupnya dan menggunakan sisa waktunya untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat.

Tidak Meningkatkan Kualitas Ibadah dan Tak Bersosialisasi dengan Orang di Sekitar

Saat berpuasa sebaiknnya ibadah turut ditingkatkan meskipun tentu banyak hal-hal yang dapat menghambat seperti rasa malas dan kesibukan duniawi yang berlebihan.

Selagi ada momentumnya maka pastikan diri kita tetap dekat dengan Allah SWT. dengan menjaga salat, membaca Al-Qur’an, beramal baik dan meningkatkan kualitas diri.

Selagi Ramadan, sebaiknya perbanyak berbagi dan menolong sesama, karena hal ini juga merupakan ibadah. Selain meningkatkan kualitas diri sendiri, kita juga oerlu berbagi dan peduli gterhadap sesama agar kualias ibadah kita menjadi lebih baik lagi.

Menggunakan Mulut untuk Hal Tercela dan Istinsyaq berlebihan.

Banyak sekali contoh perilaku tercela yang dilakukan lewat mulut, seperti menggunjing, berbohong, memfitnah, menipu dan masih banyak lagi. 

Disebutkan dalam hadis riwayat Al-Khamsah:

"Dari Abu Hurairah r.a. (diriwayatkan bahwa ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan bohong dan suka mengerjakannya, maka Allah tidak memandang perlu orang itu meninggalkan makan dan minumnya." [HR. al-Khamsah].

Memasukan air saat berwudhu kedalam hidung dan mulut saat berpuasa memang tidak membatalkan puasa, namun hal ini dapat mengurangi nilai puasa kita bahkan berpotensi membatalkan puasa.

Karena air yang dimasukan bisa saja tertelan secara tidak sengaja, sehingga bisa membatalkan puasa. Seperti hadis yang diriwayatkan oleh Al-Khamsah:

“Dari Laqith bin Saburah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Saya berkata: Hai Rasulullah terangkanlah kepadaku tentang wudlu. Rasulullah saw bersabda: Ratakanlah air wudlu dan sela-selailah jari-jarimu, dan keraskanlah dalam menghirup air dalam hidung, kecuali jika engkau sedang berpuasa.” [HR. al-Khamsah].

Mencium Istri di Siang Hari

Hal ini membatalkan puasa jika berpotensi memunculkan atau dilakukan syahwat. Jika ciuman itu tidak disertai dengan nafsu dan hanya sebagai ungkapan sayang, maka puasa tersebut tidak batal. Seperti hadis riwayat Al-Jama’ah dan An-Nasa’i:

"Dari Aisyah r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Pernah Rasulullah saw mencium dan merangkul saya dalam keadaan berpuasa. Tetapi beliau adalah orang yang paling mampu menahan nafsunya." [HR. al-Jama‘ah dan anNasa’i].

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |