Survei LPEM UI: Inflasi dan Stagnasi Pasar Tenaga RI Jadi Sorotan

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Para ekonom melihat bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja saat ini. Penilaian tersebut terungkap melalui survei yang dilakukan oleh LPEM FEB UI terhadap 85 ahli ekonomi yang dilakukan pada 24 Februari hingga 9 Maret 2026.

Hasilnya, 41 dari 85 (48%), menilai bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini telah memburuk dibandingkan kuartal sebelumnya.

Sementara itu, 32 (38%) tidak melihat adanya perbaikan maupun penurunan. Kecenderungan ini menyisakan hanya 12 (14%) yang menilai kondisi saat ini sebagai membaik.

"Rata-rata respons sebesar -0,39 mencerminkan kecenderungan para ahli yang menilai perekonomian sedang memburuk atau stagnan, dengan skor keyakinan yang tinggi sebesar 7,37 dari 10," mengutip dari laporan survey LPEM FEB UI pada Senin (30/3/2026).

Para ahli menilai bahwa tekanan inflasi terhadap perekonomian Indonesia meningkat dibandingkan tiga bulan lalu. Sebagian besar, yakni 57 dari 85 ahli (67%), menilai bahwa inflasi telah meningkat, sementara 23 (27%) melihatnya tidak berubah, dan hanya 5 (6%) yang menilainya mereda.

LPEM FEB UI mencatat ata-rata respons sebesar +0,71 mencerminkan kecenderungan yang jelas ke arah meningkatnya tekanan inflasi pada periode saat ini.

Ini merupakan sinyal yang mengkhawatirkan, karena meningkatnya tekanan inflasi berarti harga barang dan jasa semakin tinggi, yang secara bertahap menggerus daya beli masyarakat Indonesia.

Hasil ini menunjukkan lonjakan yang cukup berarti dari rata-rata survei sebelumnya sebesar +0,47, "Mengindikasikan bahwa kekhawatiran para ahli terhadap inflasi tidak hanya bertahan tetapi juga semakin menguat. Skor keyakinan yang relatif tinggi sebesar 7,60 dari 10 menyertai penilaian ini."

Kemudian, dalam hal mengevaluasi kondisi pasar tenaga kerja saat ini, sebagian besar ahli yaitu 30 dari 85 (35%) menilainya tidak berubah dibandingkan tiga bulan lalu.

Namun, bobot mereka yang menganggap kondisinya semakin ketat sebesar 44 ahli (56%) cukup untuk menarik penilaian keseluruhan ke wilayah negatif, menyisakan hanya 11 (13%) yang menilai pasar tenaga kerja melonggar.

Rata-rata respons sebesar -0,55 mencerminkan pasar tenaga kerja yang oleh para ahli secara umum dinilai stagnan namun dengan kekhawatiran yang cukup berarti di baliknya. Skor keyakinan yang relatif moderat sebesar 7,46 tetap menunjukkan jawaban yang kuat dan pasti dari para responden.

Para ahli juga menilai lingkungan bisnis saat ini memburuk dibandingkan tiga bulan lalu. Porsi terbesar, 38 dari 85 (45%), menilai kondisi lebih buruk, diikuti 25 (29%) yang melihatnya tidak berubah, dan 14 (16%) yang menilainya jauh lebih buruk.

Dua kategori negatif ini secara gabungan menggambarkan iklim bisnis yang suram, dengan hanya 8 (9%) yang melihat kondisi membaik.

Rata-rata respons sebesar -0,67 dengan skor keyakinan yang relatif tinggi sebesar 7,66 mencerminkan kecenderungan negatif yang jelas dalam penilaian para ahli terhadap lingkungan bisnis saat ini.

"Hasil ini menunjukkan penurunan dari penilaian yang sempat membaik pada putaran sebelumnya (-0,45), mengonfirmasi bahwa perbaikan singkat dalam sentimen para ahli tidak bertahan lama karena kondisi kembali dinilai berada dalam lintasan menurun."

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |