Ada HP 4G Harga Rp500.000 Siap Meluncur Tahun Ini

6 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi industri telekomunikasi global (GSMA) sedang mengembangkan HP 4G harga Rp 500.000-an untuk dijual di enam negara di benua Afrika. Perangkat tersebut dikembangkan bersama produsen HP dan operator telekomunikasi.

Alix Jagueneau dari GSM menyatakan sebanyak 7 dari 15 produsen smartphone yang telah dikontak GSMA tertarik untuk ikut serta dalam pengembangan HP murah tersebut. 

"Target harga US$ 30 [Rp 500.000] - US$ 40 [Rp 700.000] adalah ambisinya, berdasarkan penelitian GSMA tentang keterjangkauan harga dan upaya terbaik," katanya kepada Tech Crunch.

Namun, upaya mencapai target harga tersebut kini makin rumit karena harga memori yang melonjak. 

Selain itu, harga akhir HP juga bergantung terhadap aturan perpajakan dan dukungan industri keuangan. Peran bank dan donor bisa membantu para operator telekomunikasi untuk mengurangi risiko investasi mereka.

Kemudian, harga murah hanya bisa dicapai lewat insentif perpajakan. Pasalnya, di beberapa negara HP masih dikategorikan sebagai barang mewah sehingga dikenakan pajak tinggi hingga 30 persen.

Operator telekomunikasi yang telah bekerja sama dengan GSMA antara lain adalah Airtel, Axian Telecom, Ethio Telecom, MTN Group, Orange, dan Vodafone. Sasaran pasarnya, untuk sementara, adalah Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Nigeria, Rwanda, Tanzania, dan Uganda.

Lewat inisiatif ini, GSMA ingin membuka akses internet ke 20 juta orang. Rencananya prototipe perangkat sudah bisa dihadirkan segera, bahkan bisa dijual mulai akhir 2026.

Permasalahannya, sampai saat ini, belum ada negara yang berkomitmen mengurangi tarif impor untuk HP murah tersebut.

Ahmed Shebab dari Counterpoint sangsi target harga tersebut bisa dicapai pada tingkat harga komponen saat ini.

"HP harga US$30 hingga US$40 bisa dicapai saat biaya memori jauh lebih rendah," katanya. "Meskipun beberapa brand bisa mencapai harga tersebut, volumenya tak besar dan tak ada di daftar produk brand skala global."

Shehab menjelaskan bahwa rerata harga HP di kawasan Timur Tengah dan Afrika adalah US$ 188 (Rp 3,2 juta). Pengembangan HP di bawah harga tersebut juga terkendala permasalahan pasokan. Produsen semikonduktor baik GPU maupun memori kini memprioritaskan produksi chip harga mahal yang marginnya lebih tinggi.

Upaya produksi HP murah sebelumnya dilakukan oleh Google melalui peluncuran Android One pada 2014. Android One diluncurkan di India, Pakistan, Bangladesh, dan Indonesia pada 2014. Namun, Android One gagal meraih pangsa pasar yang signfikan.

(dem/dem)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |