Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rancangan awal anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk 2027 akan defisit rendah, yakni sekitar 1,8%-2,4% dari produk domestik bruto (PDB).
Postur fiskal yang dirancang untuk tahun depan ini mempertimbangkan target belanja negara yang efisien dan produktif dengan nilai sebesar 13,62%-14,8% PDB, sedangkan pendapatan negara dioptimalisasi sekitar 11,82%-12,40% PDB.
"Ini arah kebijakan ekonomi dan fiskal negara kita, sebagai pembicaraan pendahuluan dalam RAPBN 2027," kata Prabowo saat pidato di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Sebagaimana diketahui, target defisit dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) 2027 itu jauh lebih rendah dari target yang telah ditetapkan dalam UU APBN 2026, yakni Rp 689,1 triliun atau setara 2,68% dari PDB
Adapun realisasi defisit APBN pada tahun pertama pemerintahannya berjalan, yakni pada 2025, mencapai Rp695,1 triliun atau 2,92% dari yang ditargetkan sebelumnya sebesar 2,78% PDB atau senilai Rp 662 triliun.
"APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara, tapi wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa," tegas Prabowo.
(arj/arj)
Addsource on Google

1 month ago
11





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4374521/original/081753100_1679993733-ed-us-iXUXMn_-nh8-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5153360/original/019704300_1741323094-1741319518672_kata-kata-bijak-lebaran-idul-fitri.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5501801/original/034251400_1770956928-unnamed__13_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516539/original/036602500_1772325443-7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526891/original/017501300_1773136600-MIND_ID.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4010957/original/017182000_1651214799-20220429-Itikaf-Lailatul-Qadar-1.jpg)