Atlet Transgender Wanita Dilarang Tampil di Olimpiade Mulai 2028

4 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - International Olympic Committee (IOC) resmi mengeluarkan kebijakan baru yang melarang atlet transgender perempuan berkompetisi di kategori wanita pada ajang Olimpiade. Kebijakan ini akan mulai berlaku pada Olimpiade Los Angeles 2028, setelah disetujui oleh dewan eksekutif IOC dalam pemungutan suara terbaru.

Dalam aturan baru tersebut IOC menegaskan, kategori wanita kini hanya diperuntukkan bagi atlet yang memang terlahir perempuan secara biologis. Penentuan ini akan dilakukan melalui tes genetik yang wajib dilakukan setidaknya sekali dalam karier atlet.

Kebijakan ini juga mencakup pembatasan bagi atlet perempuan dengan kondisi medis tertentu, seperti differences in sex development (DSD). Presiden IOC Kirsty Coventry menyebut kebijakan ini bertujuan menjaga keadilan dan integritas dalam kompetisi olahraga wanita.

"Dalam Olimpiade, selisih kecil bisa menentukan menang atau kalah. Karena itu, tidak adil jika laki-laki biologis bersaing di kategori perempuan," ujarnya dikutip dari Euro News, Jumat (27/3/2026).

IOC juga menyebut kebijakan ini didasarkan pada penelitian biologis yang menunjukkan laki-laki memiliki keunggulan fisik, termasuk dari faktor hormon seperti testosteron. Aturan ini tidak berlaku surut dan tidak akan diterapkan pada olahraga rekreasi atau tingkat amatir.

Selain itu, belum jelas berapa banyak atlet transgender yang saat ini berkompetisi di level Olimpiade. Pada Olimpiade Tokyo 2021, atlet angkat besi Laurel Hubbard sempat tampil, namun tidak meraih medali.

Keputusan ini mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump yang menyebut langkah IOC sebagai bentuk perlindungan terhadap atlet perempuan. "Selamat kepada Komite Olimpiade Internasional atas keputusan mereka untuk melarang pria dari olahraga wanita," tulisnya.

"Ini hanya terjadi karena Perintah Eksekutif saya yang kuat, yang membela perempuan dan anak perempuan!" lanjutnya.

Namun, kebijakan ini berpotensi digugat ke Court of Arbitration for Sport, seperti yang pernah terjadi pada kasus aturan kelayakan atlet sebelumnya. Sejumlah atlet, termasuk Caster Semenya, sebelumnya juga pernah menantang aturan serupa terkait kategori gender di olahraga.

(hsy/hsy)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |