"Bandar" Perang: Ini Senjata AS yang Paling Laris Diborong Dunia

3 hours ago 3

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

11 March 2026 20:10

Jakarta, CNBC Indonesia - Arah perdagangan senjata global setelah 2025 mulai terlihat dari berbagai pesanan yang telah disepakati oleh negara-negara produsen senjata.

Data dari SIPRI Arms Transfers Database, menunjukkan negara mana yang berpotensi menjadi eksportir atau pemasok terbesar dalam beberapa tahun ke depan.

SIPRI adalah sebuah lembaga internasional independen yang didedikasikan untuk penelitian mengenai konflik, persenjataan, pengendalian senjata, dan perlucutan senjata. Lembaga ini didirikan pada tahun 1966.

Berdasarkan data tersebut, Amerika Serikat menjadi eksportir senjata terbesar di dunia setelah 2025. Hal ini terutama terlihat dari tingginya jumlah pesanan pesawat tempur, kendaraan lapis baja, hingga artileri yang telah dipesan berbagai negara.

Sementara itu, Prancis yang menjadi eksportir senjata terbesar kedua pada periode 2021-2025 juga diperkirakan tetap menjadi pemain utama di pasar global. Negara ini memiliki pesanan lebih dari 180 pesawat tempur serta sejumlah kontrak kapal perang besar.

Di sisi lain, beberapa negara Eropa dan Asia juga menunjukkan peningkatan kapasitas ekspor. Jerman memiliki pesanan kapal perang besar hingga 34 unit, sedangkan Korea Selatan menonjol pada ekspor kendaraan tempur darat seperti tank dan kendaraan lapis baja.

China juga memperlihatkan potensi ekspor besar terutama pada kendaraan tempur darat dan sistem artileri. Negara ini memiliki pesanan 440 unit tank dan kendaraan pendukung tembakan, serta lebih dari 128 unit artileri.

Meski demikian, data ini tetap bersifat indikatif karena pasar senjata global sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, aliansi militer, serta perubahan kebijakan pertahanan di berbagai negara.

(mae/mae)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |