Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar seiring dengan pengumuman hasil rebalancing indeks MSCI, Rabu (13/5/2026).
IHSG turun 101,53 poin atau 1,48% ke posisi 6.757,37. Sebanyak 261 saham terkoreksi, 139 saham menguat, dan 559 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp419,7 miliar dengan volume perdagangan 696,6 juta saham dalam 60.980 kali transaksi.
Di sisi lain, mayoritas bursa Asia juga dibuka di zona merah. Indeks Kospi Korea Selatan ambles lebih dari 2%, sementara Nikkei Jepang dan ASX Australia turut melemah di tengah kekhawatiran investor terhadap inflasi Amerika Serikat (AS) dan tensi geopolitik Timur Tengah.
Adapun hari ini menjadi perdagangan terakhir pada pekan ini sebelum libur panjang peringatan Kenaikan Yesus Kristus. Pelaku pasar perlu mencermati sejumlah sentimen yang akan menjadi penggerak pasar hari ini, baik dari dalam ataupun luar energi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penyedia indeks global MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala (semi-annual index review) untuk Mei 2026. Seluruh perubahan komposisi indeks tersebut akan efektif setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan mulai tercermin pada perdagangan 1 Juni 2026.
Rebalancing MSCI selalu menjadi perhatian utama pelaku pasar karena berpotensi memicu perubahan signifikan pada arus dana asing. Pasalnya, banyak manajer investasi global, termasuk reksa dana indeks dan exchange traded fund (ETF), menggunakan indeks MSCI sebagai acuan dalam menyusun portofolio.
Dengan demikian, setiap saham yang masuk berpotensi memperoleh tambahan aliran modal, sedangkan saham yang dikeluarkan cenderung menghadapi tekanan jual jangka pendek akibat aksi penyesuaian portofolio investor pasif.
Enam Saham Big Caps RI Terdepak dari MSCI Standard
Dalam evaluasi kali ini, tidak ada satu pun saham Indonesia yang berhasil masuk ke MSCI Global Standard Index. Sebaliknya, MSCI justru mengeluarkan enam emiten berkapitalisasi besar dari indeks utama tersebut.
Keenam saham yang resmi terdepak adalah:
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Keluarnya saham-saham tersebut menandakan evaluasi ketat MSCI terhadap faktor kapitalisasi pasar free float, likuiditas, serta keberlanjutan ukuran perusahaan sesuai metodologi indeks global.
AMRT Turun Kelas, Small Cap Juga Dirombak Besar
Di kategori MSCI Global Small Cap Index Indonesia, MSCI hanya menambahkan satu saham, yakni AMRT. Artinya, saham pengelola jaringan minimarket Alfamart tersebut tidak sepenuhnya keluar dari indeks MSCI, melainkan mengalami penurunan klasifikasi dari Global Standard ke Small Cap.
Namun, di luar perpindahan AMRT, MSCI juga menghapus 13 emiten dari indeks Small Cap Indonesia.
Dengan demikian, total terdapat 19 perubahan penghapusan pada indeks MSCI Indonesia. Karena AMRT hanya berpindah kategori, jumlah saham yang benar-benar keluar dari seluruh indeks MSCI mencapai 18 emiten.
Secara historis, perubahan komposisi MSCI kerap memicu lonjakan volume perdagangan dan volatilitas harga saham yang terdampak, terutama menjelang tanggal efektif implementasi.
Saham-saham yang dikeluarkan berpotensi mengalami tekanan jual karena investor institusi global harus menyesuaikan portofolio mereka. Sebaliknya, saham yang tetap bertahan atau memperoleh bobot lebih besar dapat menjadi tujuan aliran modal asing.
Dalam perkembangan lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak membutuhkan bantuan Presiden China Xi Jinping untuk mengakhiri perang dengan Iran, meskipun peluang tercapainya perdamaian semakin mengecil.
Trump mengatakan AS akan menyelesaikan konflik "dengan damai atau cara lain." Perang tersebut telah mengganggu jalur pelayaran di Strait of Hormuz, yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.
Sementara itu, Iran memperkuat kendalinya atas Selat Hormuz dengan menjalin kerja sama dengan Iraq dan Pakistan untuk menyalurkan minyak dan LNG. Negara lain juga dikabarkan mempertimbangkan langkah serupa.
Trump dijadwalkan membahas konflik ini dengan Xi Jinping pekan ini. Washington menuntut Iran menghentikan program nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz, sedangkan Teheran menuntut kompensasi perang, pencabutan sanksi, dan penghentian konflik di seluruh kawasan.
(mkh/mkh)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































