Bukan BBM, Warga Seoul Panic Buying Kresek Sampah karena Perang Iran

5 hours ago 7

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga Seoul, Korea Selatan (Korsel) mendadak ramai-ramai memborong kantong sampah dalam sepekan terakhir. Lonjakan pembelian ini dipicu kekhawatiran terganggunya pasokan akibat konflik di Timur Tengah.

Pemerintah Seoul mencatat penjualan harian kantong sampah melonjak hampir lima kali lipat menjadi sekitar 2,7 juta unit. Kondisi tersebut bahkan membuat sejumlah peritel besar menerapkan pembatasan pembelian bagi konsumen.

Melihat fenomena ini, Menteri Energi Korsel, Kim Sung-whan, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan kantong sampah. "Tidak perlu khawatir tentang pasokan kantong sampah standar," ujarnya melalui media sosial, seperti dikutip AFP, Senin (30/3/2026).

Ia memastikan bahan baku dari daur ulang masih sangat mencukupi. Ini akan menjaga pasokan dalam jangka panjang.

"Kapasitas untuk menggunakan bahan baku daur ulang cukup besar, artinya tidak akan ada masalah pasokan selama lebih dari satu tahun," katanya, seraya menambahkan bahwa tidak akan ada kenaikan harga.

Dalam skenario terburuk, pemerintah juga mempertimbangkan untuk mengizinkan penggunaan kantong plastik biasa sebagai pengganti kantong sampah resmi. Di Korsel, warga tidak boleh membuang sampah menggunakan kantong plastik biasa- misalnya kantong belanja- dan wajib memakai kantong sampah resmi yang dijual pemerintah setempat.

"Anda tidak akan pernah berada dalam situasi di mana Anda terpaksa menyimpan sampah di rumah," tambahnya.

Sebagai informasi, Korsel merupakan salah satu importir utama minyak dunia, yang menjadi bahan baku penting dalam produksi plastik. Sebagian besar impor minyak Korsel melewati Selat Hormuz, jalur strategis yang terdampak konflik setelah Iran menutup akses tersebut menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak 28 Februari lalu.

Situasi ini mendorong pemerintah memberlakukan pembatasan harga bahan bakar untuk pertama kalinya sejak 1997. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran tambahan "masa perang" sebesar 25 triliun won, setara sekitar Rp 270 triliun.

Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk menghemat energi. Di antaranya dengan mengurangi durasi mandi, lebih sering berjalan kaki atau bersepeda, serta mengisi daya perangkat elektronik pada siang hari.

(sef/sef)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |