Calon Idol K-pop Hilang Jelang Debut, Polisi Korea Turun Tangan

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepolisian Seoul Yeongdeungpo Police Station tengah menyelidiki kasus seorang trainee asal Jepang yang menghilang jelang debut. Trainee itu pun telah dilarang keluar dari Korea Selatan akibat dugaan pelanggaran kontrak.

Melansir Korea Herald, Senin (4/5/2026), trainee itu menghilang pada Desember lalu, sekitar dua bulan sebelum debut bersama grup beranggotakan enam orang. Sebelum menghilang, ia disebut meninggalkan pesan singkat bertuliskan, "kepercayaan telah dikhianati," lalu memutus komunikasi.

Padahal, saat itu seluruh persiapan debut hampir rampung. Agensi mengungkapkan, video musik sudah selesai direkam, bahkan profil anggota grup juga telah dirilis ke publik. Namun demikian grup tersebut akhirnya tetap debut tanpa dirinya, hanya dengan lima anggota.

Kerugian yang ditaksir tidak kecil. Agensi menyebut total mencapai sekitar 57,43 juta won atau setara Rp600 jutaan, mencakup biaya pelatihan, produksi lagu dan koreografi, rekaman, pembuatan video musik, hingga kebutuhan hidup seperti makan dan tempat tinggal.

Pihak kepolisian menduga trainee tersebut masih berada di Korea Selatan dan saat ini tengah melacak keberadaannya. Awalnya, agensi mencoba menyelesaikan masalah ini tanpa jalur hukum. Namun langkah hukum akhirnya ditempuh setelah diketahui trainee tersebut diduga telah menandatangani kontrak dengan agensi lain.

Kasus ini menyoroti dinamika di industri K-pop, terutama terkait trainee asing. Sejumlah pelaku industri menyebut pelanggaran kontrak oleh trainee luar negeri bukan hal baru, terutama di agensi kecil yang sering kali enggan membawa kasus ke ranah hukum karena biaya dan waktu.

Data dari Korea Creative Content Agency menunjukkan, dari 963 trainee yang terdaftar di agensi Korea hingga akhir 2024, sebanyak 42 di antaranya merupakan warga negara asing.

(hsy/hsy)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |