RI Bakal Berlakukan Bioetanol E20, Siap-Siap Importir BBM Gigit Jari!

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah menargetkan penerapan mandatori pencampuran bioetanol sebesar 20% (E20) pada bahan bakar minyak (BBM) dapat di mulai pada tahun 2028. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan rencana penerapan E20 merupakan hasil evaluasi dari keberhasilan program biodiesel yang telah lebih dulu diterapkan pada sektor solar.

"Kita harus geser ke nabati berangkat dari belajar biodiesel yang dipakai untuk solar. Maka muncullah ide saya waktu itu malam-malam saya duduk berpikir kalau solar kita bisa pakai CPO kenapa tidak kita pakai lagi nabati lain untuk bensin?," ujar Bahlil dalam acara Sinergi Alumni IPB Untuk Bangsa, Sabtu (2/4/2026).

Menurut Bahlil, pengembangan bioetanol juga terinspirasi dari pengalaman sejumlah negara yang telah lebih dahulu menerapkannya. Bahkan, ia melakukan studi banding ke Brasil dan negara lain untuk mempelajari implementasi kebijakan tersebut.

Bahlil menyebut, di Brasil penggunaan bioetanol telah mencapai campuran E30, bahkan di beberapa wilayah sudah menggunakan E100 atau etanol murni sebagai bahan bakar kendaraan.

"Saya belajar, ternyata di Brasil itu sudah mandatory E30 bahkan di beberapa negara bagian sudah E100," katanya.

Adapun, bioetanol sendiri dapat diproduksi dari berbagai bahan baku seperti jagung, tebu, dan singkong komoditas yang melimpah di Indonesia. Hal ini dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah.

Untuk memenuhi kebutuhan awal, pemerintah akan membuka opsi impor bioetanol. Namun, impor ini hanya bersifat sementara sembari mendorong peningkatan produksi dalam negeri.

Bahlil memperkirakan implementasi E20 pada 2028 setidaknya akan membutuhkan sekitar 8 juta kiloliter bioetanol. Di sisi lain, impor BBM bensin saat ini masih berada di kisaran 20 juta kiloliter per tahun.

Adapun dengan penerapan E20, sebagian kebutuhan bensin nantinya akan digantikan oleh bioetanol, sehingga impor BBM dapat ditekan secara signifikan.

"Kalau kita bikin etanol E20 berarti mandatory-nya di 2028 delapan juta. Kalau sekarang kita impor 20 juta, kita mandatory 20% kurang 8 juta lagi. Jadi importir kurang tinggal 12 juta. Bagaimana orang nggak sakit gigi? Main lagi di sosmed barang ini," ungkap Bahlil.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |