Purbaya Terapkan Layer Tarif Cukai Rokok Baru di Juni 2026

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mematikan, layer baru tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang dikhususkan untuk mendorong produsen rokok ilegal menjadi legal akan berlaku efektif pada Juni 2026.

"Harapannya Juni sudah bisa jalan. Barang-barang ilegal masih banyak di sana. Jadi kalau itu keluar, nanti mereka bisa masuk ke layer tersebut. Dan kalau ada yang main-main, saya tutup betulan. Serius itu ancamannya," kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Sebelum memberlakukan layer baru tarif CHT itu, ia memastikan akan berkonsultasi dengan DPR. Saat ini ia tengah menunggu selesainya jadwal reses DPR yang telah berlangsung sejak 22 April 2026.

Purbaya sudah berulangkali memastikan komitmennya untuk memberlakukan layer baru CHT untuk mencegah peredaran rokok ilegal yang masih marak di Indonesia. Menurutnya, peredaran rokok ilegal ini menjadi salah satu penyebab bocornya penerimaan negara.

Meski sulit diukur, Purbaya memperkirakan, nilainya setara 30% dari total penerimaan cukai rokok yang sekira Rp 200 triliun per tahun. Dengan begitu, kebocoran dari peredaran rokok ilegal menurutnya sebesar Rp 60 triliun.

"30% dari Rp 200 triliun kan Rp 60 triliunan ya, let's say saya cuma dapat separohnya, kira-kira 15%, mungkin Rp 20-30 triliun bisa dapat itu," ujar Purbaya pada 21 April 2026 silam.

Ia juga menegaskan, layer baru CHT untuk mengakomodir produsen rokok ilegal juga supaya mereka dapat mempertahankan bisnis dengan cara yang legal.

"Tapi yang penting adalah marketnya jadi market legal semua, nanti yang bermain illegal akan saya tutup. Karena sekarang kan mereka klaimnya adalah kami gak bisa hidup. Tapi kalau begitu-begitu kita selesaikan, kalau sudah dikasih ruang untuk masuk, mereka gak ikut, ya kita tutup," tegas Purbaya.

Selain melalui layer baru CHT, Purbaya menekankan, produsen rokok yang selama ini ilegal juga akan diberikan tempat di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagaimana pelaku usaha lainnya supaya bisa legal menjalankan bisnisnya.

"Jadi di satu tempat nanti dan itu lebih gampang memeriksa produksinya. Itu satu hal yang positif saya pikir, berpotensi menambah penerimaan negara, bukan mengganggu, karena dugaan saya yang nanti masuk situ, pemain-pemain yang ilegal itu seenggaknya kita satu layer supaya mereka bisa masuk ke pasar yang legal. Kalau dikasih pasar legal masih juga melanggar ya saya akan tutup," papar Purbaya.

(arj/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |