loading...
Distribusi konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah pada 2026 kini diperkuat dengan sistem digital. Foto/Kemenhaj
JAKARTA - Distribusi konsumsi jemaah haji Indonesia di Madinah pada 2026 kini diperkuat dengan sistem digital. Hal itu guna meningkatkan ketertiban dan akurasi penyaluran makanan.
Kepala Bidang Konsumsi PPIH Arab Saudi 2026, Indri Hapsari, menjelaskan pengelolaan konsumsi memanfaatkan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Haji dan Umrah yang terintegrasi dengan faturoh digital berbasis web. Sistem ini memungkinkan pengawasan distribusi dilakukan secara real-time oleh petugas.
“Dengan memanfaatkan bantuan dari Pusdatin, pengawasan distribusi konsumsi bisa dilakukan secara real-time. Ini membantu memastikan setiap jemaah mendapatkan haknya sesuai ketentuan,” ujarnya dikutip Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Mengintip Menu Jemaah Haji 2026 di Madinah, Tetap Usung Cita Rasa Nusantara
Indri menambahkan, dalam pelaksanaan di lapangan, pengambilan konsumsi dilakukan oleh ketua rombongan atau ketua regu di masing-masing hotel. Proses tersebut menggunakan sistem pemindaian (scan) sehingga distribusi tercatat secara digital dan lebih tertib.
“Pengambilan konsumsi dilakukan oleh ketua rombongan atau ketua regu dengan menggunakan sistem scan. Jadi semua tercatat dan bisa dipantau,” kata Indri.
Menurutnya, penerapan sistem digital ini juga menjadi upaya untuk meminimalkan kesalahan distribusi serta meningkatkan transparansi layanan kepada jemaah.
Di sisi lain, kualitas makanan tetap menjadi prioritas utama. Konsumsi jemaah diproduksi oleh dapur katering yang telah memenuhi standar dan didistribusikan secara terjadwal ke hotel-hotel tempat jemaah menginap.
Dengan dukungan teknologi dan sistem pengawasan yang terintegrasi, layanan konsumsi di Madinah diharapkan berjalan lebih efektif, transparan, dan mampu mendukung kenyamanan jemaah dalam menjalankan ibadah.
(cip)
















































