Google Mulai Ditinggalkan, Ramai-ramai Pindah ke Penggantinya

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Perombakan besar-besaran layanan Google berbasis kecerdasan buatan (AI) memicu reaksi dari sebagian pengguna. Alih-alih menyambut fitur baru tersebut, sejumlah pengguna justru memilih beralih ke DuckDuckGo yang menawarkan opsi pencarian tanpa AI.

Dalam konferensi pengembang tahunan Google I/O, Google mengumumkan transformasi layanan Search menjadi lebih berbasis percakapan.

Melalui fitur AI Overviews dan AI Mode, pengguna bisa mendapatkan jawaban langsung dari AI serta mengajukan pertanyaan lanjutan tanpa harus membuka banyak tautan. Namun, langkah tersebut menuai kritik.

Sejumlah pihak menilai fitur AI berpotensi mengurangi peran web terbuka (open web), menampilkan jawaban yang tidak akurat, hingga mengurangi cara pengguna yang tidak ingin menggunakan AI. Selain itu, fitur tersebut dinilai membuat hal-hal sederhana menjadi lebih rumit.

Seiring munculnya kritik terhadap Google, DuckDuckGo mulai mencatat lonjakan pengguna. Perusahaan mengatakan jumlah pemasangan aplikasi di Amerika Serikat naik rata-rata 18,1% secara mingguan pada periode 20-25 Mei dibanding periode 13-18 Mei.

Pertumbuhan tersebut berlangsung selama enam hari berturut-turut dan mencapai puncaknya sebesar 30,5% pada 25 Mei. Khusus pengguna iOS, rata-rata pertumbuhan instalasi mencapai 33% dengan puncak hingga 69,9%.

Tidak hanya itu, kunjungan ke halaman pencarian bebas AI milik DuckDuckGo, noai.duckduckgo.com, juga meningkat rata-rata 22,7% secara mingguan dan mencapai puncak 27,7% pada 24 Mei.

Halaman tersebut menonaktifkan seluruh fitur AI secara default, termasuk jawaban berbasis AI dan gambar hasil generatif AI.

Menurut DuckDuckGo, tren perpindahan pengguna paling kuat terjadi di Amerika Serikat. Bahkan selama libur Memorial Day, saat trafik biasanya menurun, perusahaan tetap mencatat pertumbuhan pengguna.

Data tersebut turut diperkuat oleh perusahaan analisis aplikasi Apptopia. Berdasarkan temuan Apptopia, rata-rata unduhan harian DuckDuckGo meningkat 29% di AS dan 12% secara global pada periode yang sama.

Meski menjadi tujuan bagi pengguna yang ingin menghindari AI dalam pencarian, DuckDuckGo sebenarnya juga memiliki layanan AI sendiri bernama Duck.ai. Platform itu menyediakan akses gratis ke sejumlah model AI, termasuk GPT-5 mini milik OpenAI, Claude 4.5 Haiku milik Anthropic, Llama 4 Scout milik Meta, dan Small 3 24B milik Mistral.

Perusahaan menegaskan seluruh percakapan pengguna bersifat privat karena alamat IP dihapus sebelum permintaan dikirim ke penyedia model AI, percakapan dihapus dalam waktu 30 hari, dan tidak digunakan untuk melatih model AI.

"Kami tidak hanya menghormati pilihan pengguna, tetapi juga privasi pengguna. Semua yang Anda lakukan di DuckDuckGo bersifat privat. Kami tidak mengumpulkan riwayat pencarian atau percakapan, dan tidak ada yang digunakan untuk pelatihan AI," CEO DuckDuckGo Gabriel Weinberg, dikutip dari TechCrunch, Kamis (4/6/2026).

Sementara itu, Chief Communications and Policy Officer DuckDuckGo, Kamyl Bazbaz, mengatakan fitur-fitur AI yang dimiliki perusahaannya tetap menjadi salah satu yang paling populer di kalangan pengguna.

"Orang-orang hanya ingin memiliki pilihan," kata Bazbaz.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |