HUT RI ke-81 : Kemerdekaan Sejati dalam Islam, Bebas dari Penghambaan kepada Manusia

13 hours ago 10

loading...

Dalam ajaran Islam, kemerdekaan sejati adalah ketika manusia berhasil membebaskan dirinya dari penghambaan kepada sesama manusia dan hanya mengabdi kepada Allah SWT. Foto ilustrasi/ist

Hari ini, 17 Agustus 2026 Banga Indonesia merayakan kemerdekaannya yang ke-81. Apa makna kemerdekaan dan cinta Tanah Air ini dalam pandangan Islam?

Makna Kemerdekaan dalam Islam adalah anugerah yang tak ternilai. Dalam ajaran Islam , makna kemerdekaan memiliki dimensi yang mendalam, melebihi sekadar bebas dari penjajahan fisik. Islam mengajarkan bahwa hakikat kemerdekaan adalah kebebasan yang murni dan hakiki dari segala bentuk perbudakan, baik yang bersifat fisik maupun spiritual.

Dalam ajaran Islam, kemerdekaan sejati adalah ketika manusia berhasil membebaskan dirinya dari penghambaan kepada sesama manusia dan hanya mengabdi kepada Allah SWT. Ini ditegaskan dalam Al-Quran, di mana Allah berfirman:

وَمَا خَلَقۡتُ الۡجِنَّ وَالۡاِنۡسَ اِلَّا لِيَعۡبُدُوۡنِ

Wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya'buduun

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku" ( QS Adz-Dzariyat : 56).

Baca juga: 7 Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal, dari Kelahiran hingga Wafat Nabi Muhammad SAW

Muhammad Imaduddin Abdulrahim dalam buku "Kuliah Tauhid" (Pustaka-Perpustakaan Salman ITB Bandung, 1980) mengatakan nilai kemanusiaan yang paling utama ialah kemerdekaan. "Kemerdekaanlah satu-satunya nilai yang membedakan manusia dengan makhluk yang lain. Tanpa kemerdekaan manusia sebenarnya tidak mungkin menjalani hidupnya sebagai manusia," katanya.

Dengan perkataan lain, tanpa kemerdekaan pada hakikatnya manusia berhenti jadi manusia atau tidak lagi berfungsi sebagai manusia. Oleh karena itu, harga diri setiap manusia justru diukur dengan derajat kemerdekaan yang bisa dihayati dan dipertahankan manusia itu.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |