Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah upaya masyarakat mencari sumber protein yang terjangkau, perbandingan antara ikan sapu-sapu dan ikan lele mulai ramai diperbincangkan. Namun, di balik kesamaan sebagai ikan air tawar yang mudah ditemukan, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari sisi keamanan pangan yang penting untuk dipahami.
Ikan lele selama ini dikenal luas sebagai bahan konsumsi, meskipun ada kekhawatiran soal sifatnya yang menyerap polutan dalam air. Sementara, ikan sapu-sapu-yang kerap ditemukan di perairan tercemar juga memunculkan kekhawatiran terkait potensi akumulasi logam berat dan kontaminan berbahaya.
Lalu, mana yang lebih aman dikonsumsi, ikan lele atau sapu-sapu?
Ikan lele
Lele dikenal karena memiliki lemak yang sehat. Seafood Watch menuliskan kandungan lemak jenuh lele rendah hanya sekitar 1 gram per porsi bergantung dari jenisnya. Lele juga disebut menjadi sumber asam lemak omega-3 DHA dan EPA yang kaya, mencapai 300 miligram per porsi.
Lele sudah lama dibudidayakan untuk pangan, sehingga secara umum ikan ini sudah memiliki rantai pasok yang jelas dan ada standar budidaya lebih umum. Risiko utama lele biasanya terkait kualitas air kolam, pakan, dan sanitasi pengolahan-bukan jenis ikannya sendiri.
Ikan sapu-sapu
Ikan sapu-sapu sebenarnya bisa dimakan di beberapa daerah, dan proteinnya tetap ada. Namun ada banyak catatan yang harus diperhatikan karena:
- sering hidup di sungai/waduk tercemar
- makan alga/detritus di dasar perairan
- berpotensi terpapar logam berat atau polutan jika habitat kotor
- tubuh berlapis keras, pengolahan lebih sulit
- belum menjadi ikan konsumsi dengan rantai pasok standar
Secara umum, ikan lele lebih aman dan lebih lazim dikonsumsi dibanding ikan sapu-sapu, asal sumber budidaya atau penangkapannya jelas dan pengolahannya higienis.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

6 hours ago
2

















































