Ilmuwan Ungkap Misteri Tengkorak Panjang Mirip Alien

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Penjelajah Spanyol menemukan fakta menarik saat pertama kali tiba di Pegunungan Andes. Mereka menemukan banyak penduduk lokal memiliki bentuk kepala panjang dan runcing mirip alien.

Ternyata, bentuk kepala memanjang itu merupakan hasil praktik modifikasi tengkorak yang dilakukan sejak bayi.

Kelompok Collagua di Peru, yang pernah ditaklukkan Kekaisaran Inca, diketahui sengaja membentuk kepala bayi sebelum tulang tengkorak mengeras.

Praktik ini dilakukan sejak dini, saat bagian kepala masih lunak dan mudah dibentuk. Namun, penilaian awal bangsa Spanyol jauh dari akurat.

"Mereka mengatakan itu adalah hal yang mengerikan dan otak keluar dari telinga," ujar bio-arkeolog Christina Torres dari University of California, Riverside, dikutip dari Live Science, Sabtu (28/3/2026). "Namun, tampaknya tidak demikian," imbuhnya.

Para arkeolog menemukan bukti modifikasi tengkorak di hampir seluruh benua, kecuali Antartika. Bentuk kepala sengaja diubah menjadi lebih datar atau kerucut melalui teknik sederhana, seperti lilitan kain.

Karena bayi tidak mungkin melakukannya sendiri, para ahli menyimpulkan praktik ini dilakukan oleh orang tua atau pengasuh. Motifnya juga beragam dan belum sepenuhnya terpecahkan.

Di beberapa wilayah, bentuk kepala menjadi simbol status sosial. Namun di tempat lain, perbedaan bentuk kepala justru muncul dalam satu keluarga yang sama. Bahkan, ada indikasi bahwa bentuk kepala yang tidak biasa bukan tujuan utama dari praktik tersebut.

"Sesuatu yang tampaknya mengejutkan seperti modifikasi kranial mungkin sebenarnya merupakan praktik yang hampir rutin bagi sebagian anak pada periode waktu tertentu," kata peneliti Matthew Velasco dari University of North Carolina.

Ia menambahkan, praktik ini kemungkinan telah muncul sejak sangat awal dalam sejarah manusia dan berkembang di berbagai wilayah dengan makna yang berbeda-beda.

Dari sisi teknis, proses pembentukan kepala tergolong sederhana. Tulang bayi yang masih lunak dapat diarahkan pertumbuhannya menggunakan kain atau alat tertentu, mirip teknik pembentukan bonsai.

Namun yang menarik, konsep serupa masih digunakan hingga kini dalam dunia medis. Bayi dengan kondisi kepala datar (plagiocephaly) kerap menjalani terapi helm untuk memperbaiki bentuk tengkorak mereka.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |