Jangan Kaget! Harga Minuman Kemasan Diam-Diam Sudah Naik Efek Plastik

7 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN), Firman Sukirman mengungkapkan harga minuman dalam kemasan sudah mulai mengalami kenaikan di pasar. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga dan kelangkaan bahan baku plastik.

Ia mengatakan, penyesuaian harga tidak bisa dihindari karena tekanan biaya sudah tidak bisa ditutup hanya dengan efisiensi internal perusahaan.

"Ya mau tidak mau dengan harga yang tidak wajar, mau tidak mau kita melakukan penyesuaian harga," kata Firman saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Menurutnya, kenaikan harga tersebut bahkan sudah mulai terjadi sejak pekan lalu dan kini mulai dirasakan di tingkat ritel.

"Bukan minggu ini (naiknya), tapi dari minggu kemarin juga sudah ada yang naik," ujarnya.

Adapun kenaikan harga produk AMDK, kata Firman, rata-rata berkisar Rp2.000 hingga Rp3.000 per karton untuk kemasan plastik isi 24 maupun 48 gelas.

Ia pun menegaskan, lonjakan harga bahan baku plastik saat ini sudah berada di level tidak wajar dan jauh di atas kenaikan normal.

"Sudah sangat terasa, sangat-sangat terasa, karena tidak ada lagi yang kenaikan di bawah 10%, itu benar-benar harga itu cukup tinggi," sebutnya.

Seorang pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Foto: Seorang pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Seorang pengunjung berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Selasa (10/9/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Ia melanjutkan, dalam kondisi tertentu kenaikan harga bahan baku bahkan bisa menembus lebih dari 30% hingga di atas 70%.

"Dan itu bisa naik di atas 36% bahkan ada di atas 70% untuk saat ini," sambung dia.

Firman mengungkapkan, selain mahal, bahan baku plastik juga mengalami kelangkaan sehingga mulai mengganggu kelangsungan produksi industri.

Ia memperingatkan, jika kondisi ini terus berlanjut, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berpotensi tidak dapat berproduksi dalam beberapa bulan ke depan akibat keterbatasan bahan baku.

Menurutnya, industri selama ini telah melakukan berbagai langkah mitigasi, seperti penumpukan stok sementara, efisiensi penggunaan energi, hingga penjajakan kontrak jangka panjang untuk menjaga pasokan.

Namun demikian, ia menilai langkah tersebut belum cukup untuk menahan tekanan biaya yang terus meningkat. Dalam kondisi saat ini, lanjutnya, perusahaan memiliki dua opsi, yakni menaikkan harga atau menurunkan volume produksi akibat keterbatasan bahan baku.

"Semua yang ada plastik, apakah AMDK atau non-AMDK pasti semua mengalami kontraksi," sebut Firman.

Ia juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan berupa insentif, khususnya bagi UMKM, serta keringanan biaya impor bahan baku agar tekanan harga tidak semakin meningkat.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |