loading...
Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine (kiri) diam-diam cari jalan keluar dari perang Iran di tengah opsi militer Amerika yang semakin terbatas. Foto/The White House
WASHINGTON - Perang Amerika Serikat (AS) dengan Iran memasuki persimpangan berbahaya. Di tengah ancaman Presiden Donald Trump untuk kembali meningkatkan serangan, jenderal tertinggi Amerika, John Daniel Caine (Dan Caine) justru dilaporkan diam-diam mencari jalan keluar dari konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.
Jenderal Caine, yang menjabat sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan AS, sebagaimana dilaporkan CNN, telah menyampaikan kepada sejumlah penasihat utama Trump bahwa Washington perlu menemukan “off-ramp” atau jalan keluar dari perang Iran.
Baca Juga: Ghalibaf Ejek Diplomasi Sandiwara AS Terkait Perang Iran
Alasannya sederhana tetapi serius, yakni pilihan militer yang tersedia untuk meningkatkan eskalasi justru berpotensi menjadi bumerang. Sementara itu, kekuatan udara saja dinilai kemungkinan tidak cukup untuk mencapai tujuan perang yang telah ditetapkan Trump.
“Caine sedang mencari jalan keluar,” kata salah satu sumber yang mengetahui persoalan tersebut secara langsung.
Menurut tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, Caine dalam beberapa pekan terakhir telah membahas kekhawatirannya mengenai opsi militer AS dengan sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump. Di antara mereka adalah Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance.
Caine bahkan melakukan pembicaraan khusus dengan sejumlah penasihat Trump yang memiliki pandangan serupa. Tujuannya untuk memastikan berbagai lembaga pemerintah memiliki pemahaman yang sama sebelum mereka menghadapi Trump dalam pertemuan mengenai perang Iran.
Pesan yang ingin disampaikan Caine cukup jelas, yakni pilihan militer AS memiliki batas dan setiap eskalasi membawa konsekuensi yang sulit diprediksi.
“Menurut saya, itu hanya caranya melindungi militer,” kata salah satu sumber kepada CNN, Sabtu (8/8/2026).
Trump Yakin Bom Bisa Memaksa Iran Menyerah
Trump selama ini tampak menolak gagasan mengerahkan pasukan darat AS ke Iran. Sebaliknya, presiden AS tersebut berulang kali memberi sinyal bahwa kekuatan udara dapat digunakan untuk memaksa Teheran menerima kesepakatan sesuai persyaratan Washington.
Namun, Jenderal Caine dan sejumlah pejabat kabinet Trump secara pribadi menilai hasil tersebut tidak mungkin dicapai hanya dengan serangan udara. Mereka kemudian berusaha mencari opsi lain yang masih sesuai dengan batasan yang ditetapkan Trump.
Situasinya menjadi semakin rumit karena perang yang semula dibuka dengan klaim bahwa kemampuan militer Iran telah dihancurkan kini telah berlangsung hampir enam bulan.
Tujuan utama yang terus dikemukakan Trump juga tetap sama: mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Di sinilah posisi Caine menjadi sangat penting.
Jenderal tertinggi AS itu pada dasarnya sedang mengatakan bahwa tidak ada solusi militer mudah untuk mengakhiri perang yang sejak awal dipilih Trump.
“Kekuatan Udara AS Memiliki Batas"
Kekhawatiran Caine juga sejalan dengan pandangan sejumlah pejabat keamanan nasional Trump. Mereka menilai perang telah mencapai tahap ketika doktrin militer, penilaian komunitas intelijen AS, dan pertimbangan sederhana menunjukkan bahwa kekuatan udara memiliki keterbatasan.
Caine sendiri menyampaikan hal tersebut dalam sidang terbuka dengan anggota Kongres pada akhir Juli. “Kekuatan udara memiliki batas,” katanya.
Karena alasan tersebut, Caine dan sejumlah pejabat Trump disebut berhati-hati terhadap rencana serangan baru yang lebih agresif pada akhir Juli.
Saat itu, Trump sempat siap memberikan lampu hijau terhadap operasi yang dia gambarkan sebagai operasi “besar-besaran”. Namun, hanya elemen tertentu di Komando Pusat AS atau CENTCOM yang disebut mendukung operasi tersebut. Israel juga secara umum mendukung eskalasi.
Trump akhirnya mengurungkan niat itu setelah berbicara dengan sejumlah sekutu AS di Timur Tengah.














































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5571042/original/028163100_1777571796-WhatsApp_Image_2026-05-01_at_00.47.21.jpeg)



