Jakarta, CNBC Indonesia - Kasus Covid-19 kembali meningkat di Singapore. Otoritas kesehatan setempat melaporkan lonjakan kasus mingguan hingga lebih dari 50% dalam sepekan terakhir.
Sementara itu di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI menyebut ada tambahan kasus Covid-19 baru. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman mengatakan, hingga Minggu Epidemiologi ke-20 tahun 2026 atau pekan ketiga Mei, Indonesia mencatat penambahan dua kasus konfirmasi Covid-19.
"Kedua kasus berasal dari DKI Jakarta dan Sulawesi Tenggara," kata Aji kepada CNBC Indonesia, Senin (25/5/2026).
Dengan tambahan tersebut, total kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia sepanjang 2026 mencapai 121 kasus, tanpa adanya laporan kematian. Aji menegaskan, varian Covid-19 yang saat ini dominan di Indonesia masih masuk kategori risiko rendah.
"Varian yang mendominasi di Indonesia saat ini masuk kategori risiko rendah. Kondisi nasional juga masih terkendali," ujarnya.
Meski demikian, pemerintah meminta masyarakat tetap waspada di tengah kenaikan kasus di Singapura dan sejumlah negara Asia lainnya.
"Masyarakat tidak perlu panik dengan kejadian di Singapura, namun tetap waspada dengan mengikuti perkembangan kasus global dan nasional serta melakukan perilaku hidup bersih dan sehat," kata Aji menambahkan.
Melansir Strait Times, Communicable Diseases Agency (CDA) melaporkan kasus Covid-19 di Singapura meningkat menjadi 12.700 kasus pada periode 10-16 Mei 2026. Angka itu melonjak dibandingkan pekan sebelumnya yang tercatat sekitar 8.000 kasus.
Rata-rata pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit juga naik dari 56 menjadi 73 pasien per hari dalam periode yang sama. Meski begitu, otoritas Singapura menyebut rumah sakit masih mampu menangani lonjakan kasus.
CDA mengatakan peningkatan kasus kemungkinan dipicu menurunnya kekebalan populasi terhadap virus Covid-19. Namun pemerintah Singapura menegaskan belum ada indikasi varian yang beredar saat ini lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan varian sebelumnya.
Varian NB.1.8.1 kini menjadi varian dominan di Singapura dan disebut menyumbang lebih dari separuh kasus yang telah diurutkan secara genomik. Otoritas kesehatan Singapura juga memastikan vaksin Covid-19 yang tersedia saat ini masih efektif melawan varian tersebut.
Pemerintah Singapura mengimbau kelompok rentan seperti lansia usia 60 tahun ke atas, penghuni panti lansia, tenaga kesehatan, dan masyarakat dengan kondisi medis tertentu untuk memperbarui vaksinasi Covid-19 mereka. Selain vaksinasi, warga juga diminta menjaga kebersihan diri, memakai masker saat sakit, serta mengurangi aktivitas sosial dan perjalanan yang tidak perlu ketika mengalami gejala Covid-19.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

7 hours ago
3

















































