Liburan ke Jepang Makin Mahal, Ini Sederet Biaya yang Naik Tahun 2026

4 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana liburan ke Jepang tahun ini tampaknya perlu disiapkan lebih matang, terutama dari sisi anggaran. Meski nilai yen masih relatif lemah, pemerintah Jepang justru mulai menaikkan sejumlah biaya wisata, mulai dari pajak hotel hingga tiket transportasi.

Kenaikan ini tidak berlaku seragam, sebagian bisa dihindari tergantung waktu kunjungan dan jenis akomodasi yang dipilih. Namun secara umum, biaya perjalanan ke Negeri Sakura diperkirakan akan meningkat mulai 2026.

Berikut daftar biaya yang naik mengutip Euro News, Jumat (17/4/2026):

1. Pajak hotel naik di berbagai daerah
Kota Kyoto lebih dulu menaikkan pajak penginapan sejak 1 Maret 2026. Untuk hotel mewah, wisatawan bisa dikenakan hingga JPY 10.000 (sekitar Rp1 juta) per malam. Sementara hotel kelas menengah dikenakan JPY 1.000-4.000 (Rp100 ribu-Rp400 ribu), dan penginapan murah sekitar JPY 200.

Kenaikan serupa juga terjadi di wilayah lain seperti Hokkaido. Di sana, pajak penginapan berkisar JPY 100 hingga JPY 500 per malam, tergantung harga hotel. Bahkan di beberapa kota seperti Sapporo, ada tambahan biaya lagi hingga JPY 500 per malam.

Di Hiroshima, wisatawan yang menginap di hotel dengan tarif di atas JPY 6.000 per malam dikenakan biaya tambahan JPY 200. Sementara daerah lain seperti Gifu dan Toba juga menerapkan tarif serupa.

Beberapa wilayah seperti Nagano, Kumamoto, dan Miyazaki bahkan berencana ikut menerapkan pajak baru mulai Juni 2026, meski besarannya belum diumumkan.

2. Pajak keluar Jepang naik tiga kali lipat
Mulai Juli 2026, pemerintah Jepang akan menaikkan pajak keberangkatan internasional dari JPY 1.000 menjadi JPY 3.000 (sekitar Rp300 ribu) per orang. Pajak ini berlaku untuk semua wisatawan yang meninggalkan Jepang, baik melalui jalur udara maupun laut, termasuk anak-anak usia dua tahun ke atas.

3. Harga Japan Rail Pass ikut naik
Wisatawan yang ingin berkeliling Jepang dengan kereta juga harus siap merogoh kocek lebih dalam. Mulai 1 Oktober 2026, harga Japan Rail Pass untuk 7 hari naik menjadi JPY 53.000 (sekitar Rp5,6 juta).

Untuk kelas premium (green car), harga naik menjadi JPY 74.000. Sementara tiket 21 hari juga mengalami kenaikan hingga JPY 147.000 untuk kelas premium. Kenaikan ini membuat Japan Rail Pass dinilai semakin kurang ekonomis dibandingkan membeli tiket satuan atau menggunakan penerbangan domestik.

4. Biaya visa berpotensi melonjak
Selain itu, Jepang juga tengah mempertimbangkan kenaikan biaya visa. Saat ini, visa sekali masuk dibanderol sekitar JPY 3.000, dan multiple entry sekitar JPY 6.000.

Namun, pemerintah berencana menaikkannya menjadi JPY 15.000 untuk single entry dan JPY 30.000 untuk multiple entry, menyesuaikan standar internasional. Meski begitu, kebijakan ini belum resmi diterapkan.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |