Mal Jakarta Berubah: Tenant Baru Didominasi FdanB, Outdoor Jadi Tren

9 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri pusat perbelanjaan di Jakarta mulai mengalami perubahan konsep setelah pandemi. Bukan hanya soal tenant, tetapi juga desain ruang hingga pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung. Riset terbaru dari Knight Frank Indonesia menunjukkan bahwa sektor makanan dan minuman menjadi motor utama pertumbuhan tenant baru di pusat perbelanjaan ibu kota.

"Kita lihat bahwa 50% dari new tenant yang masuk di semester kedua tahun 2025 adalah sektor F&B," kata Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat.

Ekspansi tenant F&B terlihat sangat agresif dalam beberapa tahun terakhir. bahwa pemain yang masuk tidak hanya berasal dari brand lokal, tetapi juga dari berbagai jaringan internasional.

"Tidak hanya dari pemain lokal, tapi juga pemain global seperti F&B yang berasal dari Tiongkok dan Jepang juga mewarnai ruang-ruang retail di Jakarta saat ini," ujarnya.

Selain perubahan komposisi tenant, pusat perbelanjaan juga mulai mengubah cara menarik pengunjung dengan menghadirkan berbagai aktivitas hiburan. Pengelola mal kini lebih sering menggelar event berbasis hobi, komunitas, hingga kegiatan leisure untuk meningkatkan traffic pengunjung.

"Para pengelola retail umumnya di kelas premium dan grade A melakukan event-event yang berbasis leisure dan hobi untuk men-generate attraction dari visitors," jelas Syarifah.

Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan jumlah kunjungan dan memperpanjang waktu pengunjung berada di dalam pusat perbelanjaan. Di sisi lain, perubahan preferensi konsumen juga memicu transformasi desain pusat perbelanjaan.

Jika sebelumnya konsep mal didominasi ruang tertutup, kini tren bergeser menuju area terbuka yang lebih nyaman dan hijau. "Setelah berbagai paradigm shift yang terjadi di dinamika pasar retail, ada transformasi yaitu outdoor is the new indoor," kata Syarifah.

Pengunjung kini lebih menyukai area yang memiliki unsur alam seperti ruang terbuka dan ruang hijau.

"Kita melihat preferensi pengunjung retail saat ini berada pada area-area yang biophilic atau area outdoor yang diwarnai green space dan area berkumpul," ujarnya.

Perubahan preferensi tersebut juga mendorong sejumlah pusat perbelanjaan melakukan renovasi untuk menyesuaikan konsep ruang dengan kebutuhan pasar. Proses pembaruan ini menjadi bagian penting agar pusat perbelanjaan tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen.

"Ketika terjadi paradigm shift, maka adaptasi tidak hanya dilakukan dalam pengelolaan tetapi juga desain. Untuk mengoptimalkan aset retail yang ada, retrofit atau renovasi tidak bisa dihindari," kata Syarifah.

(pgr/pgr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |