Pembantaian Besar, 10 Juta Ikan Dibabat Habis dalam Hitungan Jam

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari 10 juta ikan habis "disantap" hanya dalam beberapa jam di lepas pantai Norwegia. Ilmuwan menyebut fenomena sebagai peristiwa predator laut yang paling besar yang pernah tercatat.

Peneliti mencatat "pembantaian" ini menggunakan teknologi akustik canggih pada Februari di Laut Barents. Puluhan juta ikan telur (capelin) yang berkumpul di laut tersebut untuk bereproduksi dibabat habis oleh ikan kod Atlantik.

Menurut peneliti dari MIT dan tim dari Norwegia, fenomena di Laut Barents menunjukkan secara real-time peristiwa langka interaksi antara predator dan mangsa dalam skala massif.

Para mangsa, ikan telur membentuk kawanan yang luasnya mencapai 10 kilometer. Kumpulan ini adalah perilaku normal yang sudah diketahui oleh peneliti. Setelah mencapai jumlah dan kepadatan tertentu, kawanan tersebut bergerak berbarengan dengan terkoordinasi.

"Ini bukan permasalahan untuk populasi yang sehat yang banyak populasinya terdistribusi luas di beberapa titik ekologi," kata tim peneliti.

Formasi itu berfungsi seperti sinyal di samudra yang luas. Ikan kod dalam jumlah yang banyak bergabung kemudian melakukan serangan terkoordinasi.

Tim peneliti menggunakan sistem Ocean Acoustic Waveguide Remote Sensing (OAWRS) untuk memantau peristiwa ini. Fungsi sistem ini adalah mengidentifiaksi perbedaan suara antara spesies di laut, karena suara berenang tiap ikan punya ciri yang berbeda. Kod misalnya menghasilkan nada suara yang lebih rendah dibanding ikan telur. 

Sekitar 2,5 ikan kod muncul untuk melahap 10 juta ikan telur hanya dalam beberapa jam.

"Temuan kami adalah ikan telur punya kepadatan tertentu, mengikuti teori fisika, yang bisa kami amati langsung di lingkungan. Jika mereka cukup dekat satu sama lain, mereka bisa merasakan keberadaan satu sama lain hingga bergerak dengan kecepatan yang sama untuk membentuk kawanan yang massif," kata Nicholas Makris yang memimpin tim peneliti. 

Kawanan seluas 10 kilometer tersebut hanya sekitar 0,1 persen dari seluruh ikan telur yang hidup di wilayah tersebut. Spesies ini punya peran penting untuk habitat yaitu sebagai sumber makanan ikan kod dan predator lainnya.

Namun, es yang mencair di Kutub Utara memaksa ikan telur untuk berenang lebih jauh untuk mencapai lokasi reproduksi. Perjalanan yang makin jauh berarti bahaya mereka bertemu predator dan dilahap habis hanya dalam beberapa jam, makin besar. Hal ini berpotensi mengganggu keseimbangan habitat.

Makris menyatakan pemantauan kawanan ikan telur ini sangat penting untuk mengantisipasi potensi perubahan ekosistem yang serius.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |