Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah meningkatnya persaingan dari merek kendaraan niaga asal China, Daihatsu justru melihat dinamika ini sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan pasar. Pada ajang GIICOMVEC 2026, produsen asal Jepang tersebut menegaskan bahwa semakin banyak pilihan di segmen kendaraan komersial akan memperluas pasar, bukan sekadar menggerus pemain lama.
Marketing and Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Tri Mulyono menyampaikan bahwa kehadiran pemain baru dapat merangsang permintaan.
"Dengan banyaknya opsi, tentunya harapannya yang selama ini mungkin dengan kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda, mungkin bisa merangsang pertumbuhan pasar. Harapannya begitu," ujarnya di GIICOMVEC dikutip Kamis (9/4/2026).
Namun, realitas di lapangan menunjukkan kompetisi yang semakin ketat. Sejumlah merek seperti DFSK, Foton, hingga JAC Motor ikut meramaikan segmen ini dengan membawa berbagai inovasi, mulai dari kendaraan listrik hingga solusi logistik modern.
Di sisi lain, keputusan pembelian tetap kembali kepada konsumen dan bagaimana masing-masing merek membangun kepercayaan pasar.
Foto: Mobil Daihatsu Atrai dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show Gaikindo Indonesia International Auto Show di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (10/8/2023). Daihatsu Atrai yang merupakan adik dari Dahatsu Gran Max. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Mobil Daihatsu Atrai dalam pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show Gaikindo Indonesia International Auto Show di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (10/8/2023). Daihatsu Atrai yang merupakan adik dari Dahatsu Gran Max. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
"Pastinya kembali kepada kustomer yang akan menentukan, apakah dengan pilihan-pilihan yang nanti diberikan, itu juga bisa memberikan satu keyakinan kepada kustomer untuk membeli," ujar Tri.
Di tengah persaingan yang memanas, model andalan Daihatsu Gran Max justru mencatatkan tren positif. Penjualan Gran Max Pick Up meningkat dari sekitar 3.300 unit per bulan menjadi 4.200 unit, sementara varian Blind Van melonjak dari 1.200 unit menjadi 2.300 unit per bulan. Kenaikan ini terjadi dalam periode peralihan dari kuartal ketiga ke kuartal keempat tahun 2025.
Salah satu faktor yang diduga turut mendorong lonjakan tersebut adalah meningkatnya kebutuhan kendaraan operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meski demikian, Daihatsu mengaku belum dapat memastikan korelasi langsung antara program tersebut dengan peningkatan penjualan.
"Tetapi kami terus terang tidak bisa mengidentifikasi apakah memang ini dipicu juga oleh MBG," jelas Tri.
Secara industri, pasar kendaraan niaga memang menunjukkan peran yang semakin signifikan. Pada 2025, segmen ini berkontribusi sekitar 27% dari total pasar otomotif nasional atau lebih dari 222 ribu unit. Dalam lanskap tersebut, Gran Max tetap menjadi tulang punggung Daihatsu, bahkan mencatat dominasi di segmen pick up low dengan pangsa pasar mencapai lebih dari separuh.
Sejak diluncurkan pada 2007, Gran Max telah terjual lebih dari 900 ribu unit hingga awal 2026, mencerminkan kuatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap model ini sebagai kendaraan operasional. Selain faktor harga yang kompetitif, fleksibilitas model serta layanan purnajual yang luas menjadikannya memiliki daya saing.
Dengan jaringan lebih dari 260 outlet dan ribuan titik layanan di seluruh Indonesia, Daihatsu tampak mengandalkan kekuatan distribusi dan layanan sebagai benteng menghadapi gempuran pemain baru. Dalam konteks ini, persaingan bukan lagi sekadar soal produk, tetapi juga ekosistem layanan dan kepercayaan jangka panjang.
Di tengah gelombang pemain baru dan perubahan kebutuhan pasar, arah industri kendaraan niaga Indonesia tampak semakin dinamis.
(fys/wur)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
3
















































