Prabowo Pertanyakan Nasionalisme Pengusaha RI

6 hours ago 3

Cilacap, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mempertanyakan nasionalisme sejumlah pelaku usaha di Tanah Air.

Presiden Prabowo menyebut, sudah terlalu lama petani, nelayan, hingga buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak.

"Sudah terlalu lama petani Indonesia, nelayan Indonesia, buruh Indonesia tidak menikmati kesejahteraan yang layak, sudah terlalu lama sumber daya ekonomi kita, SDA kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka," tuturnya saat memberikan sambutan saat acara peresmian groundbreaking 13 proyek hilirisasi fase ke-2 di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).

"Kita kasih konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah, bank milik rakyat, tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia," tuturnya.

"Saya kira bangsa Indonesia tidak mau hal ini diteruskan, dan saya sebagai mandataris sebagai yang diberi kepercayaan rakyat Indonesia, saya juga tidak mau meneruskan hal-hal seperti ini, saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia," tegasnya.

"Dan Saudara-Saudara adalah pelaku utama. Saudara-Saudara yang di Danantara, Saudara yang di BUMN, Saudara sekarang adalah harapan bangsa. Saudara patriot yang diharapkan rakyat kita, para prajurit para polisi adalah perisai, bayangkara pelindung tapi kalian yang harus wujudkan itu. Saudara-Saudara, saya mengimbau menggugah kalian kerahkan dari hatimu kerahkan dari hatimu cintamu kepada bangsa dan rakyat, berbuatlah untuk bangsa dan rakyat kita," tuturnya.

"Ini kesempatan emas, kita sudah mengerti kekayaan kita, kita sudah paham kita sudah lihat data-datanya, sekarang tinggal kita mampu atau tidak mengelola. Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, para insinyur, para profesor, jadi profesor Merah Putih, jadi pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat," tandasnya.

"Jangan kepandaianmu untuk menipu rakyat dan bangsa, jangan kepandaianmu untuk menutupi korupsi dan perampokan, jangan kepandaianmu kau pakai untuk memperkaya bangsa lain, kita tidak benci bangsa lain, kita tidak mau rakyat kita miskin terus karena uang kita diambil ke luar negeri," ujarnya.

"Kalau Saudara mau silahkan jangan ikut pemerintah yang saya pimpin. Pilih, tiap manusia bisa pilih. Bela rakyatmu atau mengabdi ke yang lain. Saya tidak akan toleransi mereka-mereka yang tidak patriotik, sepintar apapun kau tapi kalau tidak bela bangsa sendiri tidak ada tempat di sekitar saya. Carilah orang lain," tandasnya.

(wia)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |