Presiden Negara Komunis Ini Tak Goyah Ditekan AS, Rusia Turun Tangan

6 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menegaskan tidak akan mundur meski mendapat tekanan dari Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara televisi pertamanya dengan media AS, NBC News.

"Kita memiliki negara berdaulat yang bebas, negara yang merdeka. Kita memiliki penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan, dan kita tidak tunduk pada rencana Amerika Serikat," kata Diaz-Canel, dikutip Jumat (10/4/2026).

Ia juga menekankan bahwa pemerintah AS tidak memiliki dasar moral untuk menuntut perubahan dari Kuba. "Konsep para revolusioner menyerah dan mundur, itu bukan bagian dari kosakata kita," ujarnya.

Adapun tekanan Washington terhadap Havana kian meningkat, termasuk melalui kebijakan yang membatasi pasokan energi ke negara tersebut. AS bahkan mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara mana pun yang memasok minyak ke Kuba.

Kondisi ini memperparah krisis energi yang melanda Kuba sejak awal tahun, setelah pasokan minyak utama dari Venezuela terganggu. Saat ini, Kuba hanya mampu memenuhi sekitar 40% kebutuhan bahan bakarnya secara domestik.

Di tengah tekanan tersebut, Rusia menunjukkan dukungan terbuka kepada Kuba. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov menegaskan Moskow tidak akan meninggalkan sekutunya di kawasan tersebut.

"Kita tidak bisa mengkhianati Kuba. Itu tidak mungkin. Kita tidak bisa meninggalkannya sendirian," kata Ryabkov seperti dikutip kantor berita Rusia.

Ia menambahkan, Rusia akan terus memberikan dukungan, tidak hanya melalui pengiriman minyak tetapi juga upaya lain untuk membantu Kuba menghadapi dampak sanksi.

Sebelumnya, kapal tanker Rusia yang membawa sekitar 730.000 barel minyak mentah telah tiba di Kuba pada akhir Maret, menjadi pengiriman pertama dalam tiga bulan terakhir.

Ketegangan antara AS dan Kuba juga meningkat setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap pemerintah di Havana dan menyebutnya sebagai ancaman bagi keamanan nasional AS.

Meski demikian, Diaz-Canel menegaskan Kuba tetap terbuka untuk dialog, selama dilakukan tanpa syarat dan dengan menghormati kedaulatan negara tersebut.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |