Teheran Siaga 1, Kemlu Mulai Evakuasi Tahap Kedua WNI dari Iran

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) resmi meningkatkan status kedaruratan di Teheran, Iran, menjadi Siaga 1. Langkah ini diambil menyusul situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kian memanas pasca-eskalasi militer di wilayah tersebut.

Plt Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengungkapkan bahwa peningkatan status ini merupakan hasil asesmen mendalam terhadap kondisi keamanan di lapangan. Selain Teheran, beberapa wilayah strategis lainnya juga ditetapkan dalam status waspada.

"Tingkat kedaruratan masing-masing negara di perwakilan ini ditentukan dengan melihat kondisi riil di lapangan. Teheran itu sudah Siaga 1, kemudian Beirut itu Siaga 2, Damaskus Siaga 2, dan Dubai Siaga 3," ujar Heni dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Merespons situasi tersebut, pemerintah terus menjalankan proses evakuasi WNI dari Iran secara bertahap. Heni Hamidah melaporkan bahwa evakuasi tahap pertama telah berhasil memulangkan 32 WNI ke tanah air pada 10 dan 11 Maret lalu. Saat ini, pemerintah sedang merampungkan evakuasi tahap kedua yang mencakup 34 WNI.

"Evakuasi tahap kedua tengah berproses, ini diikuti oleh 34 WNI yang juga akan diterbangkan ke tanah air dalam dua gelombang. Gelombang pertama insyaallah akan tiba pukul hari ini pukul 18.00 sebanyak 20 orang, dan besok 14 orang akan tiba di Jakarta," jelasnya.

Heni menambahkan bahwa pihak Kedubes (KBRI) Teheran akan terus melanjutkan penilaian keamanan untuk menentukan langkah evakuasi selanjutnya, dengan mempertimbangkan kesediaan para WNI yang masih berada di Iran.

6.000 WNI Terjebak di Bandara

Selain evakuasi dari zona konflik, pemerintah tengah memprioritaskan penanganan ribuan WNI yang terjebak (stranded) di sejumlah bandara internasional akibat penutupan ruang udara secara mendadak.

Heni Hamidah mencatat terdapat lebih dari 6.000 WNI yang terdampak, dengan konsentrasi terbesar berada di Jeddah, Arab Saudi.

"Dampak pertama terhadap WNI dengan keadaan konflik ini adalah stranded. Kalau perhitungan kami itu jumlah WNI stranded dari mulai awal sampai saat ini sudah ada 6.000 lebih. Secara bertahap mereka difasilitasi untuk dipulangkan ke tanah air, tentunya melihat jalur penerbangan maupun ruang udara yang terbuka," tutup Heni.

Hingga saat ini, pemerintah terus menjalin komunikasi intensif dengan maskapai dan otoritas penerbangan untuk memastikan kepulangan para WNI berjalan lancar seiring dibukanya kembali beberapa jalur udara secara parsial.

(tps/tps)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |