Jakarta, CNBC Indonesia - Pada Agustus 2025, jaringan satelit Starlink milik SpaceX yang notabene merupakan perusahaan milik Elon Musk, mengalami gangguan.
Jutaan pengguna terkena dampak dari masalah tersebut, termasuk operasional drone untuk memperkuat opsi militer Amerika Serikat (AS) dalam konflik dengan China.
Masalah ini diketahui saat Angkatan Laut AS (US Navy) melakukan ujicoba kapal tanpa awak pada Agustus lalu. Puluhan kapal tersebut terombang-ambing di lepas pantai California.
Selain itu, komunikasi terganggu dan menghentikan operasi selama hampir satu jam, dikutip dari Reuters, Sabtu (18/4/2026).
Laporan Reuters yang mengutip dokumen internal US Navy menyebut uji coba yang gagal ini telah terjadi beberapa kali. Hal tersebut membuat operator tidak bisa terhubung dengan kapal otonom.
Pihak Pentagon tak menanggapi pertanyaan soal uji coba dan kerja sama antara SpaceX dengan US Navy. Kepala petugas informasi Pentagon, Kirsten Davies, hanya mengatakan pihaknya mencoba berbagai sistem yang kuat dan tangguh.
"Departemen memanfaatkan sejumlah sistem yang kuat dan tangguh untuk jaringan luas," ucapnya.
Sejauh ini, SpaceX memang masih memonopoli peluncuran luar angkasa dan menyediakan komunikasi satelit. Misalnya kerja sama dengan Space Force AS menggunakan roket SpaceX untuk peluncuran GPS, mengalihkan dari roket Vulcan milik Boeing yang melakukan kesalahan.
Insiden ini menyoroti tingginya ketergantungan pemerintahan Donald Trump, khususnya dalam hal militer, terhadap SpaceX milik Elon Musk. Ketergantungan ini bisa menjadi masalah bagi Pentagon, yakni tidak memiliki akses konstelasi untuk orbit rendah.
"Jika tidak ada Starlink, pemerintah AS tidak punya akses ke konstelasi komunikasi orbit rendah Bumi global," kata wakil direktur Aerospace Security Project di Center for Strategic and International Studies, Clayton Swope.
Anggota parlemen dari Demokrat telah mengingatkan soal risiko ketergantungan ini. Reuters juga merujuk masalah ketergantungan ini dengan pemboikotan startup AI Anhropic oleh Departemen Pertahanan.
Starlink juga mengalami masalah soal kesulitan memenuhi koneksi untuk drone. Laporan keselamatan AL menyebutkan penyebab masalah ini karena penggunaan data yang tinggi sangat dibutuhkan untuk mengontrol banyak sistem.
(fab/fab)
Addsource on Google

11 hours ago
9
















































