Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?

5 hours ago 5

loading...

Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?

BUENOS AIRES - Kekalahan di final Piala Dunia 2026 tidak mengurangi antusiasme publik Argentina menyambut kepulangan tim nasional mereka. Meski gagal mempertahankan gelar setelah takluk 0-1 dari Spanyol, ribuan suporter tetap memadati jalanan Buenos Aires untuk memberikan sambutan layaknya para juara. Namun, satu sosok yang paling dinantikan justru tidak ikut dalam rombongan: Lionel Messi.

Skuad asuhan Lionel Scaloni tiba di Bandara Internasional Ezeiza, Buenos Aires, pada Selasa (21/7) waktu setempat. Dari sana, para pemain menaiki bus atap terbuka menuju kompleks latihan milik Federasi Sepak Bola Argentina (AFA), disambut lautan pendukung yang tetap memberikan tepuk tangan dan nyanyian penyemangat meski tim pulang tanpa trofi.

Akan tetapi, rombongan tersebut tidak lengkap. Menurut laporan media Argentina La Nacion, Messi memilih langsung kembali ke Miami bersama Rodrigo De Paul seusai final. Sejumlah pemain lain seperti Julian Alvarez, Enzo Fernandez, Geronimo Rulli, Giuliano Simeone, Nico Paz, dan Juan Musso juga tidak ikut kembali ke Buenos Aires. Sementara itu, pelatih Lionel Scaloni pulang bersama Presiden AFA Claudio Tapia, didampingi pemain-pemain senior seperti Emiliano Martinez, Lautaro Martinez, dan Nicolas Otamendi.

Keputusan Messi untuk tidak pulang bersama tim semakin memunculkan spekulasi mengenai masa depannya bersama Timnas Argentina. Pada usia 39 tahun, sang kapten baru saja menuntaskan turnamen yang diyakini banyak pihak sebagai Piala Dunia terakhirnya. Meski gagal mempertahankan gelar, Messi tetap menutup kiprahnya di turnamen tersebut dengan status salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai masa depan Messi di level internasional. Namun, peluang pensiun dari tim nasional semakin kuat. Sebelumnya, ia pernah mengambil keputusan serupa setelah Copa America 2016 sebelum akhirnya kembali membela Argentina setelah mendapat dorongan dari publik, federasi, hingga Presiden Argentina. Kali ini situasinya berbeda. Usia yang semakin matang membuat kemungkinan tampil di Piala Dunia 2030 nyaris mustahil.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |