Trump Geram Sebut Exxon hingga Chevron Terlalu Banyak Uang: Minta Harga Bensin Turun

10 hours ago 8

loading...

Hubungan mesra antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan industri minyak Negeri Paman Sam -julukan AS- mendadak memanas. Foto/Dok

JAKARTA - Hubungan mesra antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan industri minyak Negeri Paman Sam -julukan AS- mendadak memanas. Trump secara terbuka menyerang dua raksasa migas terbesar AS, ExxonMobil dan Chevron , dengan tuduhan meraup keuntungan berlebih (too much money) di tengah melesatnya harga bahan bakar akibat perang Iran.

Trump menuntut agar para raksasa energi tersebut segera membagikan sebagian keuntungan fantastis mereka kembali kepada publik dalam bentuk pemangkasan harga bensin di tingkat konsumen. Kekesalan Trump memuncak setelah CEO Chevron, Mike Wirth tampil dalam wawancara televisi tanpa memberikan apresiasi atas kebijakan administrasinya yang membantu memulihkan bisnis migas AS.

Melalui platform Truth Social, Trump menyindir keras sang bos Chevron terkait operasional mereka di Venezuela.Baca Juga: Trump Umumkan AS dan Israel Batal Serang Iran Besar-besaran, Ini Alasannya

"Satu-satunya hal yang dia lupa sebutkan adalah bahwa tanpa kejeniusan, visi, kekuatan, dan stabilitas Administrasi Trump, Industri Minyak dan Negara kita sendiri sudah Mati! Sebagai contoh, mereka dulu mengusir Mike dan Chevron dari Venezuela, tapi sekarang mereka kembali, jauh lebih besar dan kuat dari sebelumnya, berharap mencetak kekayaan!" gertak Trump.

Bensin Mahal Jadi Beban Politik

Strategi gertakan publik ini dilakukan Trump saat harga rata-rata bensin eceran di AS menyentuh USD4,10 per galon atau melonjak lebih dari 30% sejak perang AS-Israel versus Iran pecah awal tahun ini. Baca Juga: Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi

Tingginya biaya hidup dan harga BBM menjadi isu sensitif bagi Partai Republik yang berusaha mempertahankan kontrol atas Kongres pada pemilu sela (midterm elections) November mendatang. Meskipun Trump sempat membatalkan rencana serangan masif ke Iran yang membuat harga minyak mentah dunia terkoreksi, penurunan harga bensin di SPBU biasanya memakan waktu lebih lambat (lagging).

Pemilu sela Amerika Serikat (dikenal sebagai midterm election) adalah pemilihan umum yang diadakan setiap dua tahun sekali di tengah masa jabatan penuh Presiden AS selama empat tahun. Pemilu ini mencakup pemilihan seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat, sekitar sepertiga atau 33 hingga 35 kursi Senat, serta puluhan pemilihan gubernur.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |