Warga RI Defisit Siklus Hidup Rp1.083 T, Pendapatan dan Konsumsi Timpang

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Warga Indonesia secara mengalami defisit siklus hidup, di mana jumlah pendapatan yang diterima tidak mampu untuk membayar konsumsi yang nilainya mencapai Rp1.083,9 triliun.

Data tersebut diungkapkan oleh Wakil Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi di Bappenas, Jakarta pada Senin (6/4/2026).

Sonny mengatakan menurut perhitungan menunjukkan bahwa jumlah konsumsi rumah tangga di Indonesia pada tahun 2024 sebesar 13.024,4 triliun. Sementara labor income mencapai Rp11.940,5 triliun pada 2024.

"Artinya total income yang diperoleh dari bekerja penduduk kita belum bisa mencukupi total konsumsi penduduk Indonesia," kata Sonny.

Menurut pemaparannya, tingkat konsumi per kapita warga Indonesia mencapai puncak pada usia 17 tahun. Jumlah diperkirakan mencapai Rp57,48 juta per kapita. Namun, pengeluaran yang besar ini tidak diimbangi oleh tingkat pemasukan atau pendapatan karena belum masuk pada usai kerja.

Berdasarkan paparan Sonny, usia yang mengalami defisit siklus kehidupan adalah pada usai 16 tahun dengan Rp55,22 juta per kapita.

Sehingga usia muda menjadi penyumbang angka defisit siklus kehidupan terbesar. Defisit agregat pada usai muda tercatat sebesar Rp3.482 triliun.

Tingkat defisit tersebut akan semakin kecil seiring bertambahnya usia dan perubahan siklus hidup dari ditanggung orang tua menjadi pekerja mandiri. Sonny mengatakan siklus defisit orang muda akan rata-rata kan berubah pada usia 25 tahun menjadi kategori surplus.

Di sisi lain, puncak seseorang berada di kondisi surplus pada usia 42 tahun dengan nilai Rp33,36 juta.

Secara umum, rentang surplus warga Indonesia selama 35 tahun sejak usia 25 hingga 60 tahun atau ketika memasuki mas lansia. Sebab, lansia di Indonesia memiliki kebutuhan namun tidak memiliki pendapatan.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |