20 Gedung Tertinggi di Dunia, Tetangga RI Punya Banyak

2 hours ago 2

Kanthi Malikhah,  CNBC Indonesia

06 April 2026 16:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Perlombaan membangun gedung tertinggi di dunia tidak lagi sekadar soal arsitektur, tetapi telah menjadi simbol kekuatan ekonomi, teknologi, dan ambisi geopolitik suatu negara. Dalam dua dekade terakhir, pusat gravitasi pembangunan skyscraper bergeser ke Asia dan Timur Tengah.

Data terbaru menunjukkan, gedung-gedung super tinggi (supertall, >300 meter) kini didominasi kawasan tersebut, mencerminkan urbanisasi cepat dan kebutuhan ruang vertikal di kota-kota besar.

Berikut ranking gedung tertinggi dunia berdasarkan architectural height atau tinggi resmi termasuk spire, tanpa antena per April 2026. Yang menarik ada tiga gedung diri Malaysia dan satu dari Vietnam.

Gedung Tertinggi di Dunia

Burj Khalifa di Dubai telah menjadi gedung tertinggi di dunia sejak 2010 dan hingga kini masih memimpin dengan selisih yang sangat signifikan. Dengan ketinggian mencapai 828 meter atau 2.717 kaki, gedung ini unggul hampir 150 meter dibandingkan Merdeka 118 di Kuala Lumpur yang berada di posisi kedua dengan tinggi 679 meter.

Merdeka 118 yang diresmikan pada 2023 ini menjadi simbol kebangkitan urban Malaysia sekaligus menandai masuknya Asia Tenggara dalam peta elite pencakar langit global.

Di peringkat ketiga, terdapat Shanghai Tower di China dengan tinggi 632 meter, yang mencerminkan pesatnya perkembangan ekonomi dan teknologi konstruksi negara tersebut. Dominasi dua gedung ini menunjukkan bahwa pusat pertumbuhan vertikal dunia kini semakin bergeser ke kawasan Asia.

Asia Semakin Mendominasi

Asia telah memimpin perlombaan gedung pencakar langit global selama beberapa dekade. Titik balik penting terjadi pada tahun 1998, ketika Menara Kembar Petronas Kuala Lumpur mengalahkan Menara Sears Chicago dan mengalihkan gelar gedung tertinggi di dunia ke Asia.

Malaysia juga mencatat lonjakan pembangunan vertikal dalam beberapa tahun terakhir, dengan hadirnya dua pencakar langit baru yang memperkuat posisi negara tersebut di peta global, yakni Merdeka 118 (679 meter) dan The Exchange 106 (454 meter).

Tren ini turut diikuti oleh negara-negara Asia lainnya seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam yang terus mengembangkan gedung-gedung super tinggi sebagai simbol pertumbuhan ekonomi dan modernisasi kota.

Namun demikian, skala pembangunan tersebut masih belum mampu menandingi dominasi China. Negeri ini menjadi pusat utama pembangunan skyscraper dunia, dengan jumlah gedung pencakar langit yang melampaui gabungan banyak negara lainnya.

Gedung Pencakar Langit di Luar Asia

Dari 20 gedung tertinggi dunia, hanya tiga yang berada di luar Asia yaitu dua di New York dan satu di St. Petersburg. One World Trade Center menjadi yang tertinggi di Belahan Barat dengan ketinggian 541 meter, diikuti Central Park Tower setinggi 472 meter. Sementara itu, Lakhta Center di Rusia berdiri 462 meter dan menjadi yang tertinggi di Eropa.

Kondisi ini menegaskan pergeseran pusat pembangunan pencakar langit global. Jika sebelumnya Barat mendominasi, kini Asia menjadi episentrum utama, dengan jumlah dan skala gedung yang jauh melampaui kawasan lainnya.

(mae/mae)

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |