Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan di Indonesia terpantau stagnan pada hari ini, Senin (6/4/2026), di Galeri 24, Antam, UBS, dan Antam Retro. Masing-masing masih berentang pada Rp2.885.000-2.919.000 per gram.
Kendati stagnan dan cenderung menurun selama perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran, tetapi harga emas sudah mengalami lonjakan naik-turun yang cukup drastis sejak Trump melancarkan kebijakan perang tarif pada tahun lalu.
Lonjakan harga emas yang fluktuatif mengubah perilaku masyarakat global. Tak cuma dalam strategi investasi, tetapi juga berdampak pada belanja cincin pernikahan dan tunangan.
Dikutip dari Business Insider, Senin (6/4/2026), banyak orang yang memikirkan kembali rencana lamaran, mulai dari menetapkan waktu yang tepat, hingga mencari strategi memilih material perhiasan yang lebih ramah kantonguntuk mengikat janji.
Meskipun harga emas mengalami fluktuasi, harganya tetap 70% lebih tinggi dibandingkan pada awal tahun 2025. Di toko-toko perhiasan, fluktuasi harga emas artinya penetapan harga jual perhiasan bisa berubah dalam waktu cepat.
"Kami melihat adanya kejutan harga yang sesungguhnya," kata Peter Manka Jr., salah satu pemilik toko perhiasan pengantin Ben Garelick yang berbasis di New York, kepada Business Insider.
Dikutip dari Gem Breakfast, perhiasan dengan desain yang didominasi emas, seperti cincin kawin polos, cincin tumpuk tebal, dan cincin emas tanpa batu besar, paling merasakan dampak kenaikan harga emas. Gaya-gaya ini hampir seluruhnya terbuat dari emas, jadi ketika harga melonjak, perbedaannya lebih terlihat.
Harga rata-rata cincin pertunangan Ben Garelick dengan berlian buatan laboratorium di tengahnya adalah US$1.544 pada tahun 2023. Pada 2024, harga tersebut sedikit naik menjadi US$1.633. Pada 2025, harga rata-rata melonjak menjadi US$2.408 atau setara peningkatan 47% dari tahun ke tahun.
Kenaikan tersebut terjadi bahkan ketika harga berlian lepas di toko tersebut turun hampir 40% dari 2023 hingga 2025, sebagian besar karena berlian buatan laboratorium, yang sekarang menjadi mayoritas penjualannya, menjadi lebih murah. Dengan kata lain, sebagian besar peningkatan berasal dari emas.
Di tengah mahalnya harga emas, video pernikahan di Arab Saudi baru-baru ini viral. Pasalnya, sang mempleai pria memberikan emas 24 karat kepada sang istri. Konten itu menjadi sorotan karena mayoritas warga sudah tidak mampu membeli emas dengan kadar setinggi itu, di tengah lonjakan harga yang membludak.
Banyak Orang Tunda Menikah
Lonjakan ini sudah mengubah perilaku konsumen. Manka mengatakan 25% hingga 30% pembeli cincin pertunangan telah menunda pembelian dengan harapan harga emas akan turun. Hal ini menunjukkan lonjakan harga emas secara tidak langsung membuat 'resesi seks' makin tinggi.
Di beberapa negara, resesi seks yang ditandai banyak orang memilih tidak menikah, sudah mencapai level memprihatinkan. Beberapa negara yang mengalami fenomena 'resesi seks' adalah China, Jepang, dan Korea Selatan.
Tingginya harga emas yang membuat proses lamaran terhambat, akan membuat fenomena orang menunda pernikahan atau memilih tidak menikah makin tinggi.
Di sisi lain, dengan harga yang berubah dengan cepat, toko Manka telah mendesak pelanggan untuk segera bertindak begitu mereka siap membeli, memperingatkan bahwa harga dapat berubah dalam hitungan hari.
Bagi pembeli yang ragu atau tidak yakin tentang jangka waktu proposal mereka, opsi pembayaran bertahap dan pembiayaan menjadi lebih populer sebagai cara untuk mengunci harga saat ini, tambahnya.
Perubahan Perilaku Konsumen
Saat harga emas mencapai rekor tertinggi, calon pasangan juga mencari cara untuk menghemat anggaran mereka. Beberapa menggunakan kembali perhiasan lama.
"Kami telah melihat mereka memeriksa kotak perhiasan mereka, dan terkadang kotak perhiasan orang tua mereka, untuk membantu mengimbangi harga yang lebih tinggi," kata Manka.
Toko tersebut melebur perhiasan lama untuk membuat cincin baru atau menawarkan kredit emas untuk pembelian. Manka memperkirakan peningkatan 10% hingga 15% pelanggan yang membawa emas warisan untuk cincin pertunangan dan cincin kawin.
Vivian Grimes, pendiri merek perhiasan mewah Henri Noël yang berbasis di Florida, mengatakan dia telah melihat lebih banyak pelanggan menggunakan kembali perhiasan pusaka dalam beberapa bulan terakhir.
"Klien menyadari bahwa perhiasan yang tersimpan di laci seringkali merupakan salah satu aset paling bermakna dan berharga yang sudah mereka miliki," kata Grimes.
Bagi sebagian pembeli, psikologi seputar emas itu sendiri sedang berkembang. Max Baecker, presiden American Hartford Gold, mengatakan bahwa ia telah melihat konsumen berpikir lebih cermat tentang apa yang mereka beli.
"Ada pengakuan yang makin meningkat bahwa emas bukan hanya dekoratif, tetapi juga aset nyata dengan nilai intrinsik," kata Baecker.
Jadi, meskipun pasangan mungkin menyesuaikan berat karat atau desain agar tetap sesuai anggaran, mereka biasanya tetap cenderung memilih emas karena melambangkan keabadian, tambahnya.
"Di masa-masa yang tidak pasti, simbolisme itu menjadi lebih kuat," kata Baecker.
Pembeli cincin pertunangan di Ben Garelick sebagian besar tetap menggunakan emas 14K, yang merupakan emas murni 58,3%. Namun, makin banyak pria yang memilih emas dengan kadar lebih rendah untuk cincin kawin mereka, dengan 35% hingga 40% pembeli pria memilih emas 10K yang memiliki kemurnian 41,7%, atau cincin yang dicampur dengan logam alternatif seperti tantalum, kata Manka.
Pergeseran ini menggarisbawahi bagaimana para pembuat perhiasan memikirkan kembali bahan dan penetapan harga seiring dengan makin bergejolaknya pasar logam mulia setelah kenaikan historis.
Dampaknya sangat terasa di segmen barang mewah terjangkau kelas menengah, di mana konsumen lebih sensitif terhadap harga.
Pandora, yang dikenal dengan gelang peraknya, bertaruh pada platinum pada 2026, memperkenalkan versi berlapis platinum dari perhiasan terlarisnya untuk mengurangi paparan terhadap harga perak yang bergejolak.
"Kami mengurangi ketergantungan kami pada perak untuk melindungi margin, tetapi ini juga tentang memperkuat proposisi konsumen kami," kata seorang juru bicara kepada Business Insider.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
2
















































