IHSG Melemah 0,53% ke 6.989, BREN dan DSSA Jadi Biang Kerok

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah hari ini, Senin (6/4/2026). IHSG parkir di level 6.989,43, turun 37,35 poin atau -0,53% pada akhir perdagangan. 

Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di zona merah atau pada rentang 6.934,89–7.009,23. Sebanyak 437 saham turun, 264 naik, dan 257 tidak bergerak. 

Nilai transaksi hari ini Rp 15,19 triliun, melibatkan 27,72 miliar saham dalam 1,63 juta transaksi. Kapitalisasi pasar pun tergerus menjadi Rp 12.185 triliun. 

Mengutip Refinitiv, utilitas menjadi sektor yang anjlok paling dalam, yakni -6,17% dan diikuti oleh energi -3,29%. 

Hal itu seiring dengan saham Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang masing-masing anjlok -9,17% dan 9,34%. Kedua saham konglomerat itu menyeret IHSG sebesar 39,43 poin. 

Adapun DSSA dan BREN merupakan saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham tinggi pada emiten.

Sebagaimana diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi membuka data terkait HSC.

Selain itu, IHSG masih dibayangi oleh sejumlah sentimen global dan dalam negeri. Dalam perkembangan terbaru, Presiden AS Donald Trump telah mempublikasikan unggahan di media sosial yang penuh kata-kata kasar, di mana ia mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika negara tersebut gagal memenuhi tenggat hari Selasa untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi semua pelayaran.

Ia mengulangi ancaman sebelumnya untuk melepaskan "neraka", namun mengatakan kepada media AS bahwa ada "peluang besar" tercapainya kesepakatan dengan Teheran.

Iran mengejek ultimatum tersebut, menyebutnya sebagai "tindakan putus asa, gugup, dan bodoh".

Ancaman terbaru Trump muncul setelah ia mengumumkan bahwa awak kedua dari jet tempur AS yang ditembak jatuh di atas Iran telah berhasil diselamatkan dalam operasi di dalam wilayah yang sangat berbahaya.

Dari dalam negeri, pemerintah akan menggelar konferensi pers mengenai kebijakan transportasi dan BBM pada pukul 13.30 WIB. Kebijakan ini sangat ditunggu karena akan mempengaruhi masyarakat secara langsung.

Sejauh ini, pemerintah belum mengindikasikan akan menaikkan harga BBM untuk menjaga ekonomi.

Hadir dalam konferensi pers hari ini adalah -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Sekretaris Negara, - Menteri Keuangan Menteri Perhubungan, dan Sekretaris Kabinet.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |