Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?

3 hours ago 2

loading...

Mossad diklaim merencanakan pembunuhan terhadap kepala militer Pakistan Field Marshal Asim Munir selama perundingan damai AS-Iran di Swiss. Foto/The Wire

ISLAMABAD - Jurnalis Brasil dan pakar geostrategi, Pepe Escobar, mengatakan dalam podcast Mario Nawfal bahwa badan intelijen Israel; Mossad, merencanakan pembunuhan terhadap kepala militer Pakistan, Field Marshal Asim Munir. Benarkah klaim tersebut?

Menurut Escobar, rencana pembunuhan ini menargetkan Munir dan delegasi Pakistan selama perundingan damai Amerika Serikat (AS)-Iran di Jenewa, Swiss. Pakistan merupakan mediator dalam negosiasi tersebut di bawah Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad.

Baca Juga: Israel Pecat Wakil Bos Mossad setelah Gagal Runtuhkan Rezim Iran

"Militer Pakistan menerima informasi yang sangat kredibel bahwa Mossad sedang mempersiapkan, atas perintah [Perdana Menteri Israel Benjamin] Netanyahu, upaya pembunuhan terhadap Asim Munir dan mungkin juga anggota delegasi Pakistan lainnya yang akan pergi ke Swiss," kata Escobar, yang dikutip Outlook India, Minggu (28/6/2026).

Dia menambahkan bahwa otoritas Pakistan mengirimkan peringatan keras kepada Israel. Escobar mengutip sumbernya yang mengatakan, "Jika Anda menyentuh delegasi kami, kami akan menghapus Anda dari peta, titik."

Baik Pakistan maupun Israel belum secara resmi mengonfirmasi klaim tersebut. Klaim tersebut muncul beberapa hari setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memimpin delegasi dalam pertemuan diplomatik terkait upaya untuk mengurangi ketegangan antara Washington dan Teheran.

Para pemimpin Israel mengkritik perjanjian perdamaian Iran-AS, dengan mengatakan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam proses tersebut. Serangan militer Israel di Lebanon juga mengancam akan menggagalkan kesepakatan penting ini.

Namun, media Pakistan menolak klaim tentang rencana Mossad itu sebagai sepenuhnya tidak berdasar. Jurnalis senior Kamran Khan membahasnya di X dan mengatakan bahwa seorang pejabat keamanan Pakistan yang berkedudukan tinggi menyebut klaim yang sensasional itu benar-benar omong kosong dan tidak masuk akal. "Tidak ada hal seperti itu yang terjadi," katanya.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |