loading...
Widatra Bhakti resmi mengoperasikan PLTS Atap berkapasitas 2,2 MWp di fasilitas produksinya di Pasuruan. Proyek ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju green factory. Foto/Dok. SindoNews
PASURUAN - PT Widatra Bhakti resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 2,2 MWp di fasilitas produksinya di Pasuruan, Jawa Timur. Proyek ini menjadi bagian dari transformasi perusahaan menuju green factory melalui pemanfaatan teknologi energi bersih yang lebih rendah karbon, efisien, dan berkelanjutan.
PT Widatra Bhakti merupakan perusahaan farmasi anggota Otsuka Group di Indonesia. Proyek ini dikembangkan bersama PT Surya Nippon Nusantara (SNN), perusahaan joint venture antara SUN Energy dan Sojitz Corporation.
Langkah ini sekaligus mencerminkan semakin pentingnya adopsi energi terbarukan dalam memperkuat daya saing sektor industri. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap efisiensi, keberlanjutan, dan standar lingkungan dalam rantai pasok global, transformasi menuju industri hijau tidak lagi hanya berkaitan dengan pengurangan emisi, tetapi juga dengan bagaimana perusahaan membangun operasi yang lebih tangguh dan kompetitif untuk jangka panjang. Baca juga: 3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Sebagai salah satu perusahaan manufaktur larutan parenteral dasar terkemuka di Indonesia, PT Widatra Bhakti terus berupaya menghasilkan produk berkualitas tinggi. Sekaligus menjalankan kegiatan produksi dengan memperhatikan dampaknya terhadap lingkungan Implementasi PLTS Atap menjadi salah satu langkah perusahaan dalam mengintegrasikan aspek keberlanjutan ke dalam kegiatan operasional.
Pemanfaatan area atap fasilitas produksi memungkinkan perusahaan menghasilkan energi terbarukan langsung di lokasi operasional tanpa membutuhkan lahan tambahan. Dengan kapasitas 2,2 MWp, sistem tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.990.007 kWh listrik bersih per tahun dan mengurangi emisi karbon hingga 2.326 ton CO₂ per tahun, setara dengan penanaman sekitar 38.615 pohon per tahun.
Dalam menjalankan bisnisnya, PT Widatra Bhakti memiliki visi terkait lingkungan yaitu “Net Zero” di tahun 2050; menjalankan misi “tidak memberikan dampak lingkungan atas aktifitas bisnisnya dimana salah satunya adalah melalui upaya menurunkan emisi CO2 dengan tidak mengurangi keandalan produksi maupun kualitas produk. ”Karena itu, kami melakukannya secara bertahap melalui pemanfaatan energi dari sumber terbarukan dan adopsi teknologi yang mendukung keberkelanjutan dari bisnisnya” kata Factory Director PT Widatra Bhakti, Betty Zubaida, Selasa (1/9/2026.
Implementasi PLTS Atap juga melanjutkan perjalanan PT Widatra Bhakti dalam meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. Sebelumnya, pada April 2022, perusahaan telah melakukan pembelian Renewable Energy Certificate (REC) yang diterbitkan oleh PT PLN (Persero). Kombinasi antara penggunaan REC dan pembangkitan energi terbarukan langsung di fasilitas produksi menjadi bagian dari strategi perusahaan menuju kegiatan operasional yang semakin rendah karbon.



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5640990/original/043525100_1778245879-haj5.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6600625/original/041656800_1779437299-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7233750/original/063355400_1780018368-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6919264/original/006846600_1779689758-1.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256844/original/002466200_1781172077-Mataf_Ka___bah_di_Masjidil_Haram..jpg)