Perbandingan Kekuatan Militer Arab Saudi vs Houthi: Mengapa Raksasa Militer Sulit Taklukkan Pasukan Gerilya?

16 hours ago 11

loading...

Kelompok Houthi Yaman rilis video jet tempur F-15 Arab Saudi ditembak jatuh di wilayah Marib. Foto/X @MMY1444

JAKARTA - Kerajaan Arab Saudi memiliki salah satu angkatan bersenjata dengan persenjataan paling modern di Timur Tengah. Di sisi lain, Houthi Yaman hanyalah kelompok bersenjata non-negara yang tidak memiliki Angkatan Udara konvensional, armada kapal perang besar, maupun tank dalam jumlah sebanding.

Namun, perang selama lebih dari satu dekade menunjukkan satu paradoks—raksasa militer Riyadh tidak otomatis mampu menghancurkan kekuatan milisi pro-Iran di Yaman.

Baca Juga: Houthi Warning Negara-negara Lain: Jangan Gabung Arab Saudi dalam Perang Saudara Yaman!


Perbandingan Kekuatan Militer Arab Saudi vs Houthi Yaman

Anggaran Militer

Militer Kerajaan Arab Saudi jelas unggul telak dalam hal angka, terutama soal anggaran militer.

Menurut Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Arab Saudi menghabiskan sekitar USD83,2 miliar untuk pertahanan pada 2025. Angka itu menempatkan Arab Saudi sebagai negara dengan belanja militer terbesar kedelapan di dunia.

Sebagai gambaran, angka tersebut lebih dari 200 kali estimasi anggaran pertahanan Yaman yang muncul dalam sejumlah basis data terbuka. Namun perbandingan anggaran antara Arab Saudi dan Houthi sebenarnya tidak sepenuhnya sepadan karena Houthi bukan negara dan tidak memiliki anggaran pertahanan resmi yang transparan.

Jumlah Personel Militer

Dari sisi personel, estimasi International Institute for Strategic Studies (IISS) yang digunakan dalam berbagai basis data pertahanan menempatkan kekuatan aktif militer Arab Saudi di kisaran 257.000 personel. Angka tersebut belum memasukkan seluruh struktur keamanan Saudi yang berada di luar angkatan bersenjata reguler.

Sebaliknya, jumlah personel Houthi sangat sulit dipastikan. Perkiraan yang dikutip Reuters dan sejumlah lembaga internasional menyebut kekuatan Houthi dapat mencapai sekitar 350.000 orang pada 2024, meningkat tajam dibanding sekitar 30.000 orang pada 2015.

Tetapi angka 350.000 personel Houthi tersebut merupakan estimasi luas dan tidak dapat diperlakukan sebagai jumlah pasukan aktif setara dengan data personel militer Saudi.

Houthi menggabungkan milisi, jaringan suku, pasukan lokal, mantan personel militer Yaman, serta struktur paramiliter. Karena itu, 350.000 personel bukan berarti 350.000 tentara Houthi siap tempur dalam satu waktu.

Kekuatan Udara

Perbedaan paling ekstrem terlihat dalam hal kekuatan udara.

Basis data Global Firepower 2026 mencatat Arab Saudi memiliki sekitar 917 pesawat militer, termasuk 283 pesawat tempur, 81 pesawat serang, 49 pesawat angkut, 202 pesawat latih, 16 pesawat misi khusus, 22 tanker udara, serta sekitar 264 helikopter.

Sebaliknya, Houthi praktis tidak mempunyai Angkatan Udara konvensional. Kekuatan udara Houthi terutama terdiri dari drone, termasuk drone pengintai dan drone serang sekali pakai atau one-way attack UAV.

Di sinilah perang menjadi menarik. Saudi menggunakan pesawat tempur mahal untuk memburu sasaran di wilayah Yaman. Sedangkan Houthi dapat menggunakan drone yang jauh lebih murah untuk menyerang sasaran bernilai tinggi seperti instalasi minyak, pangkalan militer, kapal dan fasilitas infrastruktur.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |