Perlombaan Senjata Nuklir Baru Telah Tiba, AS dan China Paling Ugal-ugalan

17 hours ago 7

loading...

Laporan ICAN memperingatkan bahwa perlombaan senjata nuklir baru telah tiba, di mana 9 negara bersenjata nuklir habiskan hampir USD119 miliar untuk persenjataan tersebut. Foto/FAS

JAKARTA - The International Campaign to Abolish Nuclear Weapons (ICAN) telah menerbitkan laporan peringatan yang menyatakan perlombaan senjata nuklir baru telah tiba. Indikasinya adalah pengeluaran global untuk senjata nuklir melonjak ke rekor tertinggi pada tahun lalu karena negara-negara bersenjata atom memindahkan lebih banyak hulu ledak dari penyimpanan ke sistem pengiriman.

Menurut ICAN, sembilan negara bersenjata nuklir secara bersama-sama menghabiskan hampir USD119 miliar untuk persenjataan mereka tahun lalu, naik 19 persen dari tahun 2024. Sembilan negara itu adalah Rusia, Amerika Serikat (AS), China, Prancis, Inggris Raya, India, Pakistan, Israel, dan Korea Utara.

Baca Juga: Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio

"Perlombaan senjata nuklir baru telah tiba," bunyi laporan yang diterbitkan ICAN.

ICAN, dan sebuah studi terpisah oleh Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) yang dirilis pada hari Senin, menyuarakan kekhawatiran atas meningkatnya risiko nuklir di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menurut hasil studi tersebut, peningkatan pengeluaran yang dramatis untuk senjata nuklir terjadi ketika negara-negara bergegas untuk memodernisasi persenjataan mereka dan mengerahkan lebih banyak persediaan mereka.

Susi Snyder, direktur program ICAN dan salah satu penulis laporan terbaru, mengatakan peningkatan skala tersebut, ditambah dengan kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan risiko penggunaan senjata nuklir, sangat mengkhawatirkan.

"Sejujurnya, saya sangat takut," katanya kepada AFP, Selasa (9/6/2026).

Risiko Meningkat

Laporan SIPRI menyoroti bahwa total perkiraan jumlah hulu ledak nuklir telah menurun selama beberapa dekade, turun menjadi 12.187 pada awal tahun ini, tetapi memperingatkan bahwa jumlah senjata yang tersedia untuk potensi penggunaan telah meningkat, menjadi 9.745.

"Meskipun kita memiliki jumlah senjata nuklir yang lebih rendah, tingkat bahaya dan risiko nuklir meningkat," kata direktur SIPRI, Karim Haggag, kepada AFP.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |