Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Kementerian Keuangan telah memulai penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 bagi aparatur sipil negara (ASN).
Namun, realisasinya masih mencapai Rp 3 triliun hingga Jumat, 6 Maret 2026, pada pukul 16.30 WIB. Dana tersebut telah dibayarkan kepada sekitar 631 ribu pegawai dari total sekitar 2,2 juta ASN.
Menurut Purbaya, pencairan THR bergantung pada proses pengajuan dari masing-masing instansi. Adapun jika instansi belum mengajukan pencairan, maka pencairan belum dapat dilakukan. Hal ini terkait dengan proses administrasi dari masing-masing kementerian dan lembaga.
"Kalau instansinya belum minta ya belum dicairkan. Tapi sejak pagi ini mereka sebenarnya sudah bisa mencairkan," kata Purbaya saat acara buka bersama media di kantornya, dikutip Senin (9/3/2026).
Menurutnya, sebagian pegawai kemungkinan belum menerima atau mengambil THR karena instansi terkait masih memproses pencairan.
"Mungkin sebagian besar sudah keluar sekarang. Saya tidak tahu kalau instansinya belum meminta atau belum mencairkan. Tapi mereka sudah bisa mencairkan sejak pagi ini," ujarnya.
Dia menegaskan pemerintah telah menyiapkan seluruh anggaran THR sehingga masing-masing kementerian dan lembaga dapat menyalurkannya secara bertahap kepada pegawai.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun lalu. Pada tahun 2026, THR akan disalurkan kepada 2,4 juta ASN Pusat/TNI/Polri dengan dukungan APBN sebesar Rp22,2 triliun, 4,3 juta ASN Daerah melalui APBD sebesar Rp20,2 triliun, serta 3,8 juta pensiunan dengan alokasi APBN sebesar Rp12,7 triliun.
(haa/haa)
Addsource on Google

16 hours ago
5
















































