Bacaan Doa Ketika Berada di Muzdalifah, Tata Cara dan Rangkaian Perjalanannya

1 month ago 32

Liputan6.com, Jakarta - Mabit (bermalam) di Muzdalifah adalah tahapan penting karena merupakan salah satu wajib haji, menurut pendapat jumhur ulama. Bacaan doa ketika berada di Muzdalifah jadi bagian krusial karena kemustajabannya.

Prosesi mabit di muzdalifah pada malam tanggal 10 Dzulhijjah, di mana jemaah bermalam sebelum memasuki Hari Raya Idul Adha dan Hari Tasyriq. Kewajiban mabit ini bersumber pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 198 yang mengacu pada Dzikir di Masy'aril Haram, yang lokasinya berada di Muzdalifah, yang artinya: “Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy'aril Haram.” (QS. Al-Baqarah: 198)

Dalam buku Manasik Haji dan Umrah Rasulullah karya Imam Ghazali Said, ditekankan bahwa Mabit ini adalah praktik ta'abbudi yang dicontohkan Nabi SAW, yang sholat dan beristirahat hingga menjelang fajar di Masy’aril Haram.

Berikut ini adalah bacaan doa ketika berada di Muzdalifah lengkap tata cara dan rangkaian perjalanannya.

Bacaan Doa Ketika Berada di Muzdalifah

Merujuk ebook Doa Dzikir Manasik Haji dan Umrah Kemenag RI dan Tuntunan Manasik Haji dan Umrah Kemenag RI Waktu Mabit (bermalam) di Muzdalifah adalah setelah melewati tengah malam hingga terbit fajar pada 10 Dzulhijjah, setelah jemaah kembali dari Wukuf di Arafah. Jemaah dianjurkan memperbanyak dzikir, talbiyah, dan doa.

Doa Ketika Tiba di Muzdalifah

اَللّٰهُمَّ هَذِهِ مُزْدَلِفَةُ جُمِعَتْ فِيْهَا أَلْسِنَةٌ مُخْتَلِفَةٌ نَسْأَلُكَ حَاجَتَنَا فَاجْعَلْنَا مِمَّنْ غَفَرْتَ لَهُ وَرَحِمْتَ إِنَّكَ أَنْتَ اْلأَعَزُّ اْلأَكْرَمُ

Latin: Allāhumma hādzihī Muzdalifatu jumi'at fīhā alsinatun mukhtalifatun. Nas'aluka ḥājatanā, faj'alnā mimman ghafarta lahu wa raḥimta. Innaka Antal-A'azzul-Akramu.

Artinya: "Ya Allah, ini adalah Muzdalifah. Di sini telah berkumpul berbagai macam bahasa. Kami memohon kepada-Mu hajat (kebutuhan) kami, maka jadikanlah kami termasuk orang yang Engkau ampuni dan Engkau rahmati. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia."

Bacaan Doa Versi Imam Nawawi

Bisa juga membaca doa versi Imam an-Nawawi sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي فِي هَذَا المَكَانِ جَوامِعَ الخَيْرِ كُلِّهِ وَأَنْ تُصْلِحَ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَأَنْ تَصْرِفَ عَنِّي الشَّرَّ كُلَّهُ فَإِنَّهُ لَا يَفْعَلُ ذَلِكَ غَيْرُكَ وَلَا يَجُودُ بِهِ إِلَّا أَنْتَ

Latin: Allaahumma innii as-aluka an tarzuqanii fii haadzal makaani jawaami'al khairi kullihii, wa anttushliha sya'nii kullahu wa an tashrifa 'annisy-syarra kullahu, fa innahu laa yafʼalu dzaalika ghairuka, wa laa yajuudu bihi illaa anta

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, supaya Engkau menganugerahkan rezeki kepadaku dalam tempat ini berupa segala ben- tuk kebaikan supaya Engkau memperbaiki keadaanku seluruhnya dan menghilangkan dariku segala bentuk keburukan, karena tidak ada yang mampu melakukan selain Engkau dan tidak ada yang dapat memberikan-nya selain Engkau."

Doa Khusus saat Berada di Masy’aril Haram

Mengutip Manasik Haji dan Umrah Rasulullah karya Imam Ghazali Said, yang merujuk pada tradisi doa Nabi SAW di Masy'aril Haram, Masy'aril Haram adalah bukit kecil yang berada di Muzdalifah. Berdoa di bukit ini atau di area sekitarnya merupakan sunah Nabi Muhammad SAW setelah salat Subuh.

Doa di Masy'aril Haram

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ وَصَفِيُّكَ وَبِكَ أَمَلِيْ فَاجْعَلْنِيْ مِمَّنْ تَبَاهِيْ بِهِمُ الْيَوْمَ مُلُوْكَكَ وَأَصْدِقَائَكَ وَأَنْبِيَاءَكَ وَرُسُلَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Latin: Allāhumma innī 'abduka wa ṣafiyyuka wa bika amalī. Faj'alnī mimman tubāhī bihimul-yauma mulūkakā wa aṣdiqā'akā wa anbiyā'akā wa rusulakā, yā Arḥamar-Rāhimīn.

"Ya Allah, sungguh saya adalah hamba-Mu, kekasih-Mu, dan kepada-Mu harapan saya. Maka jadikanlah saya termasuk orang-orang yang Engkau banggakan hari ini kepada para raja-Mu, teman-teman-Mu, nabi-nabi-Mu, dan rasul-rasul-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi."(Sumber: )

Talbiyah, Sholawat dan Doa

Selain doa di atas, ketika berada di Mudzalifah, jemaah dianjurkan terus melafalkan talbiyah, sholawat, dzikir dan doa. Berikut ini di antaranya:

Talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Latin: Labbaik allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariikalak

Artinya: "Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, aku sambut panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu. Segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

Bacaan Sholawat

اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد

Latin: Allahumma shalli wa sallim 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala ali sayyidina Muhammadin

Artinya: "Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya."

Bacaan Doa setelah Sholawat

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ ، وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.اللَّهُمَّ رَبَّنَا اتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ .

Latin: Allahumma inna nas'aluka ridhaka wal Jannah, wa na'udzu bika min sakhatika wan nar. Allahumma rabbana atina fid duniya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar.

Artinya: "Ya Allah, kami mohon keridaan-Mu dan surga, kami berlindung pada-Mu dari murka-Mu dan siksa neraka. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka."

Tata Cara Mabit di Muzdalifah

Mabit (bermalam) di Muzdalifah adalah wajib haji yang dilakukan setelah selesai Wukuf di Arafah. Muzdalifah adalah kawasan yang terletak di antara Arafah dan Mina.

1. Keberangkatan dari Arafah

Jemaah meninggalkan Arafah setelah matahari benar-benar terbenam (masuk waktu Magrib) pada tanggal 9 Dzulhijjah. Dilarang meninggalkan Arafah sebelum Magrib.

Perjalanan dari Arafah ke Muzdalifah dilakukan dengan tenang. Jemaah dianjurkan terus memperbanyak Talbiyah, Dzikir, dan Istighfar selama perjalanan.

2. Pelaksanaan di Muzdalifah (Mabit)

Setelah tiba di Muzdalifah, jemaah melaksanakan Sholat Magrib dan Isya secara Jamak Ta'khir dan Qasar.

Jemaah wajib berada di wilayah Muzdalifah dalam waktu yang telah ditentukan. Menurut Mazhab Syafi'i (yang banyak dianut jemaah Indonesia), Mabit sudah dianggap sah jika jemaah berada di Muzdalifah (walaupun sejenak) setelah melewati tengah malam.

Jemaah mengambil kerikil untuk melempar jumrah. Jumlah 70 butir (7 butir untuk Aqabah 10 Dzulhijjah, dan 21 butir untuk setiap Hari Tasyriq). Kerikil diambil dari tanah Muzdalifah, dan disunahkan dicuci sebelum digunakan.

3. Amalan, Dzikir dan Doa di Mudzalifah

Jemaah dianjurkan memanfaatkan waktu mabit untuk istirahat, namun juga memperbanyak dzikir, doa, dan Talbiyah.

Setelah sholat Subuh pada 10 Dzulhijjah, disunahkan untuk menuju Masy'aril Haram (bukit kecil di Muzdalifah) atau berdoa di area Muzdalifah sambil menghadap kiblat hingga langit mulai menguning (menjelang matahari terbit). Ini adalah waktu mustajab untuk berdoa.

4. Keberangkatan ke Mina

Jemaah diperbolehkan meninggalkan Muzdalifah setelah melewati tengah malam. Namun, Sunnah Nabi adalah berangkat setelah Salat Subuh dan setelah berdoa di Masy'aril Haram, sebelum matahari terbit.

Jemaah bergerak menuju Mina untuk melaksanakan lempar Jumrah Aqabah.

Hukum Mabit di Mudzalifah dan konsekusensinya

Mabit (bermalam, atau sekadar berada di wilayah Muzdalifah) pada malam 10 Dzulhijjah, setelah Wukuf di Arafah, berstatus Wajib Haji.

Jika jemaah meninggalkan Mabit di Muzdalifah tanpa uzur syar'i (seperti sakit, atau alasan keamanan yang diizinkan otoritas), hajinya tetap sah (karena bukan rukun), tetapi ia wajib membayar dam (denda).

Dam yang wajib dibayarkan umumnya berupa menyembelih seekor kambing atau berpuasa sebagai gantinya (berdasarkan Mazhab Syafi'i).

Meskipun bisa diganti dengan Dam, para ulama menekankan bahwa melaksanakan mabit sesuai Sunnah (berada di sana hingga melewati tengah malam, idealnya hingga setelah subuh) adalah bentuk ketaatan sempurna yang menjamin kesempurnaan ibadah haji.

People also Ask:

Dua doa apa yang digabungkan saat tiba di Muzdalifah?

Shalat Jama' Takhir: Setibanya di Muzdalifah, para jamaah haji dianjurkan untuk menggabungkan shalat Maghrib dan Isya , yang dikenal sebagai Jama' Takhir. Jama' Takhir adalah jenis shalat gabungan dalam Islam, di mana dua shalat wajib (fard) dilakukan bersamaan pada waktu shalat Isya.

Apa amalan di Muzdalifah?

Mabit di Muzdalifah adalah wajib, dengan amalan-amalan seperti membaca talbiyah, dzikir, salat Magrib dan Isya, serta memungut batu kecil sebagai persiapan untuk melontar jamrah aqabah.

Doa apa yang dibaca ketika melewati antara Safa dan Marwah?

Artinya: "Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar agama Allah." Allohu-akbar 3x La-ilaha ilallohu wa llahu akbar, Allahu akbar walilahil-hamd, Allohu-akbar 'ala mahadana wal-hamdulillahi 'ala ma aulana.

Apa yang dilakukan jamaah saat berada di Muzdalifah?

Mabit di Muzdalifah: Amalan dan DoanyaDi Muzdalifah, jamaah haji melakukan mabit (bermalam) setelah wukuf di Arafah, yaitu berdoa, berzikir, dan mengumpulkan kerikil untuk lempar jumrah di Mina, sambil melaksanakan shalat Maghrib dan Isya (jama' ta'khir), serta merenung sebelum bergerak ke Mina menjelang subuh.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |