Kartu Nusuk Haji 2026, Fungsi dan Layanan Digital Kelancaran Ibadah di Tanah Suci

1 month ago 33

Liputan6.com, Jakarta - Kartu Nusuk 2026 menjadi salah satu wujud transformasi penting digitalisasi penyelenggaraan ibadah haji 2026 oleh Pemerintah Arab Saudi. Kartu ini menjadi identitas resmi sekaligus akses digital yang wajib dimiliki setiap jemaah haji yang sah.

Merujuk penjelasan resmi pemerintah Arab Saudi melalui Saudi Press Agency (SPA) sebagaimana dilansir laman Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) kartu ini berfungsi lebih dari sekadar tanda pengenal, karena memuat data profil, nomor visa, dan QR Code terenkripsi yang langsung terhubung dengan layanan mitra penyedia (syarikah).

Dengan fungsinya sebagai alat verifikasi status legal, Kartu Nusuk berperan krusial dalam membedakan jemaah resmi dari jemaah ilegal, sekaligus menjadi syarat mutlak untuk memasuki lokasi-lokasi penting selama puncak haji, terutama area Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), sekaligus terintegrasi dengan beberapa layanan dasar selama di Arab Saudi.

Berikut ini Liputan6.com ulas mengenai Kartu Nusuk 2026 dan bedanya dengan kartu nusuk sebelumnya. 

Apa Itu Kartu Nusuk 2026?

Mengutip laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) RI, kartu nusuk adalah identitas resmi bagi jemaah haji Indonesia yang berada di Tanah Suci. Seturut digitalisasi layanan haji, Kartu Nusuk terintegrasi dengan beberapa layanan penting, selain fungsi utamanya sebagai penanda haji legal.

Kartu ini dirancang khusus untuk mempermudah jemaah dalam mendapatkan berbagai layanan selama menjalankan ibadah haji. Penerapan kartu nusuk bertujuan untuk menghindari adanya jemaah haji ilegal. Dengan begitu, setiap jemaah yang terdaftar dan resmi akan lebih terjamin keamanannya.

Kartu ini akan menjadi akses jemaah selama di Tanah Suci atau bisa dibilang semacam 'tiket' untuk layanan dari syarikah, termasuk syarat masuk Masjidil Haram dan tempat-tempat suci selama puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Untuk penyelenggaraan Haji 2026, terdapat perubahan kebijakan yang sangat signifikan: Kartu Nusuk tidak lagi dibagikan di Tanah Suci, melainkan akan didistribusikan langsung di embarkasi pemberangkatan di Indonesia

Deskripsi Kartu Nusuk

Kartu ini diterbitkan oleh mitra penyedia layanan haji atau yang dikenal sebagai syarikah, yang ditunjuk oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Untuk jemaah domestik menggunakan kartu nusuk digital. Sementara, jemaah luar negeri, termasuk Indonesia menggunakan Kartu Nusuk fisik.

Detail Fisik dan Data Digital:

  • Kartu Nusuk berbahan dasar PVC dan memuat informasi lengkap jemaah, seperti:
  • Foto dan data profil jemaah.
  • Nomor visa.
  • Provider yang menerbitkan kartu.
  • Kode batang dan QR Code lengkap.
  • Saat QR Code pada Kartu Nusuk dipindai, data-data tersebut akan muncul, termasuk lokasi pemondokan jemaah di Makkah.

Segala informasi tersebut menjadi alat verifikasi status legal jemaah yang tidak bisa dipalsukan.

Fungsi Kartu Nusuk 2026 di Tanah Suci

Kartu Nusuk 2026 telah bertransformasi lebih dari sekadar kartu identitas. Kartu Nusuk berfungsi sebagai "tiket" digital multifungsi yang sangat penting selama rangkaian ibadah haji.

  • Verifikasi Identitas Resmi: Kartu ini membedakan jemaah legal dari jemaah ilegal. Kepemilikannya menjamin keamanan jemaah dan mempermudah petugas dalam memberikan layanan.
  • Akses ke Lokasi Suci: Kartu Nusuk menjadi syarat mutlak atau akses bagi jemaah untuk memasuki area Mekkah, Masjidil Haram, dan terutama lokasi-lokasi puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Tanpa kartu ini, jemaah dapat dilarang masuk ke kawasan tersebut.
  • Pengatur Ketertiban Jemaah: Data yang terintegrasi pada kartu membantu otoritas Arab Saudi mengatur lalu lintas pergerakan jemaah haji, mencegah kepadatan berlebihan, dan menjaga ketertiban di berbagai lokasi.
  • Integrasi Layanan Digital: Kartu ini terhubung dengan aplikasi Nusuk, yang menyediakan informasi resmi mengenai jadwal, aturan, dan layanan yang tersedia bagi jemaah.
  • Identifikasi Darurat: Dalam situasi darurat, seperti jemaah sakit atau tersesat, kartu ini memungkinkan petugas untuk mengidentifikasi jemaah dengan cepat, mengetahui data diri, dan lokasi pemondokan.

Integrasi Layanan Utama di Arab Saudi

Kartu ini juga dirancang untuk menyederhanakan aspek logistik selama pelaksanaan umrah, sehingga jamaah dapat mengakses berbagai layanan secara cepat dan efisien. Beberapa layanan utama yang terintegrasi antara lain:

  • Layanan transportasi, termasuk pengelolaan akses shuttle dan bus.
  • Manajemen kerumunan, untuk memastikan pergerakan jamaah tetap aman dan tertib di titik-titik strategis.
  • Layanan pengisian bahan bakar bus, guna mempercepat dan mengefisienkan mobilitas armada transportasi.
  • Akses akomodasi dan perpindahan, agar jamaah dapat masuk ke lokasi penginapan dan mengikuti jadwal perpindahan dengan lebih mudah.
  • Beragam layanan tambahan lain yang menunjang kelancaran ibadah dan perjalanan jamaah.

Kartu Nusuk 2026 Dibagikan di Embarkasi

Perbedaan signifikan dalam penyelenggaraan Haji 2026 adalah perubahan mekanisme pembagian Kartu Nusuk. Jika pada tahun-tahun sebelumnya kartu ini baru dibagikan setibanya jemaah di Tanah Suci, kini pembagian akan dimajukan.

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), dalam Raker bersama Komisi VIII DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta yang turut disiarkan di TVR Parlemen, memastikan bahwa Kartu Nusuk untuk jemaah Haji 2026 akan dibagikan di embarkasi pemberangkatan di Indonesia.

Langkah ini diambil untuk memitigasi potensi masalah dan memastikan setiap jemaah sudah memegang identitas resminya sejak sebelum keberangkatan. Keputusan ini juga sejalan dengan usulan Komisi VIII DPR RI untuk mencegah jemaah hilang atau terlantar akibat belum memiliki kartu identitas resmi di Tanah Suci.

Berdasarkan evaluasi pada pembagian Kartu Nusuk sebelumnya yang dilakukan setelah jemaah tiba di Arab Saudi, ditemui fakta bahwa banyak jemaah belum menerima kartu meski sudah di Saudi, berpotensi terlantar, dan sulit akses.

Pembagian Kartu Nusuk di embarkasi adalah upaya mitigasi, memastikan jemaah legal teridentifikasi sejak awal, mempermudah proses administrasi dan memastikan jemaah aman sejak keberangkatan. Pembagian di embarkasi juga dinilai lebih tertib, cepat, dan bebas kendala administratif di Bandara Arab Saudi.

Kesiapan Infrastruktur dan SDM

Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), menegaskan bahwa keputusan memindahkan lokasi pembagian ke embarkasi didasarkan pada evaluasi di musim haji sebelumnya yang menunjukkan adanya kendala distribusi di Tanah Suci.

Kebijakan ini juga merupakan hasil lobi Indonesia kepada otoritas Saudi. "Berkaitan dengan pembagian kartu Nusuk (haji 2026) memang sudah direncanakan akan dibagikan di embarkasi pemberangkatan," ujar Gus Irfan.

Untuk menyambut kebijakan baru ini, pemerintah Indonesia telah menyiapkan infrastsruktur dan SDM. Di antarany:

  • Embarkasi yang Beroperasi: 14 embarkasi utama yang beroperasi penuh, ditambah dua embarkasi baru yakni Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk efisiensi pergerakan jemaah.
  • Pelayanan Syarikah yang Terfokus: Jumlah syarikah yang bertugas melayani jemaah Indonesia pada 2026 akan dikurangi, dari 8 menjadi hanya 2. Hal ini diharapkan membuat pelayanan lebih terfokus dan terkontrol.
  • Perekrutan Petugas: Terdapat rencana untuk merekrut 750 Warga Negara Indonesia (WNI), termasuk mahasiswa di Saudi, untuk menjadi petugas syarikah, guna meningkatkan kualitas pelayanan.

People also Ask:

Kartu Nusuk haji 2025 dibagikan dimana?

"Pendistribusian Kartu Nusuk dilakukan dengan dua mekanisme utama. Pertama, diserahkan langsung di lobi hotel saat jemaah akan menempati kamar masing-masing," kata Ramlan di Arab Saudi, Minggu (25/5/2025)

Berapa biaya haji khusus 2026 terbaru?

Pemerintah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sebesar Rp 87.409.366.

Dimana mendapatkan kartu nusuk?

Kartu nusuk diterbitkan oleh mitra penyedia layanan haji atau syarikah yang telah dipilih oleh Kementerian Haji dan Umrah. Anda bisa mendapatkan kartu nusuk fisik melalui syarikah setelah tiba di Arab Saudi.

Kartu nusuk untuk apa?

Kartu Nusuk digunakan oleh pihak keamanan dan panitia haji untuk memverifikasi bahwa seseorang adalah jemaah haji yang terdaftar secara sah dan memiliki visa haji resmi. Hal ini bertujuan untuk mencegah masuknya jemaah haji ilegal.

Bagaimana jika kartu nusuk haji hilang?

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyampaikan bahwa jemaah yang kehilangan kartu Nusuk wajib segera melapor kepada ketua rombongan, menggunakan versi digital kartu melalui aplikasi Nusuk saat bepergian, serta melapor ke petugas keamanan terdekat.

Read Entire Article
Kabar Sehat | Legenda | Hari Raya | Pemilu |