Liputan6.com, Jakarta - Melontar jumrah di Jamarat, Mina, merupakan salah satu rangkaian wajib dalam ibadah haji. Ritual ini dilaksanakan mulai tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah.
Dengan jutaan jemaah yang berkumpul di satu lokasi, tantangan terbesar adalah menghindari risiko desakan, kelelahan, dan insiden keselamatan. Terlebih, bagi jemaah Indonesia yang tahun ini juga memprioritaskan lansia dan kelompok rentan.
Berkat renovasi yang canggih, area Jamarat kini memiliki struktur multi-lantai yang dirancang untuk mengurai kepadatan. Namun, upaya jemaah dalam merencanakan waktu dan menjaga kondisi fisik tetap menjadi kunci agar bisa melaksanakan lontar jumrah dengan aman, nyaman, dan terpenting sah.
Berikut ini adalah tips melontar jumrah anti desak agar jemaah lebih aman dan nyaman untuk menghindari risiko-risiko yang mungkin timbul akibat berdesakan di kerumunan dan akibat kelelahan.
Strategi Melontar Jumrah Anti Desak
Untuk menghindari atau setidaknya mengurangi potensi berdesakan jemaah sangat dianjurkan untuk menaati jadwal atau jam lontar jumrah yang telah ditetapkan oleh otoritas haji, serta mengedepankan strategi waktu yang cerdas untuk menghindari puncak keramaian.
1. Pemanfaatan Waktu Longgar (Ba'da Zawwal hingga Malam)
Secara syar'i, waktu melontar jumrah (untuk hari Tasyriq, 11 dan 12 Dzulhijjah) dimulai setelah matahari tergelincir (Ba'da Zawwal, atau sekitar waktu Zuhur) hingga sebelum terbit fajar (Subuh).
2. Hindari Puncak Keramaian
Kerumunan ekstrem biasanya terjadi segera setelah waktu Zuhur dan pada sore hari. Jemaah yang kondisi fisiknya rentan disarankan untuk menunda lontaran hingga malam hari (selepas Isya) atau bahkan menjelang Subuh. Waktu-waktu ini cenderung lebih lengang dan dingin.
3. Taati Jadwal Khusus (Maktab)
Pemerintah penyelenggara haji biasanya menetapkan jadwal lontar per kelompok negara atau maktab. Mematuhi jadwal ini adalah langkah paling efektif untuk mengurangi desakan.
4. Mengenali Struktur Jamarat yang Multi-Lantai
Kompleks Jembatan Jamarat modern dirancang berlapis (lima lantai) dengan sistem pintu masuk dan keluar yang terpisah untuk mencegah perpotongan arus jemaah.
5. Lantai Jalur Kedatangan
Manfaatkan lantai yang sesuai dengan jalur kedatangan Anda. Dengan adanya sistem ini, jemaah yang masuk dari arah berbeda tidak akan bertemu langsung, sehingga desakan dapat terhindarkan.
Prosedur dan Persiapan Fisik Jemaah
Perjalanan dari Mina ke Jamarat berjarak sekitar 3,5 kilometer (total 7 km pulang-pergi) dan harus ditempuh dengan berjalan kaki. Persiapan fisik dan mental menjadi sangat penting.
1. Persiapan Kerikil
Kumpulkan 7 butir kerikil per jumrah, dengan ukuran sebesar biji kacang. Untuk melontar tiga jumrah (Ula, Wustha, dan Aqabah) diperlukan total 21 butir. Kerikil biasanya sudah disiapkan di Muzdalifah.
2. Bersabar dan Tenang
Jemaah diimbau untuk tidak terburu-buru saat memasuki area Jamarat. Kesabaran adalah kunci untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain.
3. Kenakan Alas Kaki yang Tepat
Pastikan mengenakan sepatu atau sandal yang nyaman dan aman selama berjalan kaki yang jauh dan berada di tengah kerumunan.
4. Kesehatan
Mengingat cuaca di Mina yang sangat panas, terutama pada siang hari, jemaah harus memprioritaskan kesehatan, di antaranya dengan langkah ini:
- Tidak banyak aktivitas siang hari: Perbanyak istirahat di tenda Mina dan hindari aktivitas fisik berlebihan yang tidak perlu.
- Jaga hidrasi: Minum air putih secara teratur, bahkan sebelum merasa haus, untuk mencegah dehidrasi.
- Makan tepat waktu: Pastikan asupan makanan dan obat-obatan (termasuk suplemen) dikonsumsi tepat waktu.
- Kondisi tubuh: Jemaah harus jujur mengukur kondisi kesehatan masing-masing sebelum memutuskan waktu lontar. Jika ragu, segera konsultasikan kepada petugas maktab atau mempertimbangkan opsi badal.
Tata Cara Melontar Jumrah dan Doanya
Kewajiban melontar jumrah harus dilakukan secara berurutan dan mengikuti ketentuan syariat.
Urutan dan Pelaksanaan Lontaran
- 10 Dzulhijjah (Iduladha): Melontar Jumrah Aqabah saja (7 kali lemparan). Setelah ini, jemaah dapat melakukan Tahalul Awal (mencukur/memotong rambut).
- 11, 12, dan 13 Dzulhijjah (Hari Tasyriq): Melontar tiga jumrah secara berurutan: Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah (masing-masing 7 kali lemparan).
Ketentuan Sah:
Setiap jumrah harus dilempar sebanyak tujuh kali lemparan. Lemparan dianggap sah jika kerikil tersebut jatuh ke dalam kolam/lubang di bawah pilar jumrah (tidak harus mengenai dinding pilar).
Doa Lempar Jumrah
بِسْمِ اللهِ، اَللهُ أَكْبَرُ
Latin: Bismillāhi, Allāhu Akbar.
Artinya: "Dengan nama Allah, Allah Maha Besar."
Doa Setelah Lempar Jumrah
اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا، وَذَنْبًا مَغْفُورًا، وَسَعْيًا مَشْكُورًا
Latin: Allāhummaj-'alhu ḥajjan mabrūran, wa dzanban maghfūran, wa sa'yan masykūrā.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah ini haji yang mabrur, dosa yang diampuni, dan usaha yang disyukuri."
Badal Jumroh (Mewakilkan)
Berdasarkan "Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah bagi Lansia" yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI Hukum melontar jumrah adalah wajib haji. Jika jemaah tidak mampu melaksanakannya karena sakit, lansia, atau alasan syar'i lainnya, diperbolehkan untuk dibadalkan (diwakilkan) oleh orang lain.
Jika wajib haji ini ditinggalkan tanpa dibadalkan, jemaah wajib membayar Dam (denda).
Petugas atau jemaah yang membadalkan wajib melontar untuk dirinya sendiri terlebih dahulu hingga sempurna (Ula, Wustha, Aqabah). Setelah selesai, barulah ia melontar untuk jemaah yang diwakilinya (Ula, Wustha, Aqabah).
Melaksanakan ibadah melontar jumrah dengan perencanaan yang matang, kesabaran, dan memprioritaskan keselamatan merupakan cerminan dari semangat haji yang mabrur.
Rukhshah Bagi Lansia dan Kelompok Rentan
Bagi Jemaah Lansia yang tidak mampu melaksanakan lontar jamrah, diperbolehkan untuk mewakilkan (badal) kepada orang lain. Ketentuan badal ini berlaku bagi orang yang tidak dapat melempar sendiri karena beberapa alasan syar'i, seperti:
- Sakit
- Lanjut usia (lansia)
- Ditahan
- Hamil
- Memiliki uzur syar'i atau hal lain
Jarak tempuh dari maktab ke tempat jamarat sekitar 4 km dengan berjalan kaki, serta kondisi yang padat berdesak-desakan, menjadi alasan bagi jemaah lansia untuk mewakilkan kewajibannya melontar jamrah.
Tata Cara Badal Jumrah (Mewakilkan)
Seseorang yang mewakili boleh mewakili beberapa orang untuk melempar jumrah. Syarat utama adalah si wakil harus melempar atas nama dirinya terlebih dahulu.
Ada dua cara yang dapat diikuti untuk melaksanakan badal jumrah:
1. Sistem Tuntas (Masing-Masing Jumrah)
- Orang yang mewakilkan (wakil) melontar untuk dirinya sendiri sampai sempurna masing-masing tujuh kali lontaran, mulai dari Sughra, Wustha, dan Kubra.
- Kemudian, wakil kembali melontar untuk yang diwakilinya mulai dari Sughra, Wustha, dan Kubra.
2. Sistem Selang-Seling (Per Jumrah)
- Wakil melontar Jamrah Ula terlebih dulu untuk dirinya sendiri tujuh kali lontaran yang sempurna.
- Kemudian, wakil melontar lagi tujuh kali lontaran untuk yang diwakili, tanpa harus terlebih dulu menyelesaikan jumrah Wustha dan Kubra.
- Tindakan yang sama dilakukan di Jamrah Wustha dan Jamrah Kubra secara berurutan.
3. Catatan Tambahan untuk Wakil:
- Dianjurkan menyerahkan kerikil kepada si wakil (secara langsung pada saat akan melempar) jika mampu.
- Orang yang diwakili (lansia) dianjurkan untuk bertakbir saat kerikil dilempar oleh wakil.
People Also Ask:
Bacaan apa yang dianjurkan untuk dibaca ketika jamaah haji melontar jumroh aqabah?
Berikut bacaan doa melontar jumroh menurut Imam Ghazali tersebut: Bismillaahi wallahu akbar, rajman lisysyayaathiini wa ridhan lirrahmaani allhummaj'al hajjan mabruuran wa sa'yan masykuuran.
Berapa jumlah kerikil yang dipersiapkan jemaah haji bila akan mengambil nafar tsani dalam melontar jumrah?
Sementara itu, jemaah nafar tsani membutuhkan 70 butir kerikil dengan rincian 7 butir dilontar pada 10 Zulhijah, dan masing-masing 21 kerikil pada 11, 12, dan 13 Zulhijah.
Melontar jumrah apakah harus berwudhu dulu?
Apakah Sah Jika Salah Lempar Jumrah hingga Harus Berwudu, Ini ...Sebelum pelaksanaan lempar jumrah, jamaah haji perlu melakukan persiapan tertentu. Mereka harus membersihkan diri dengan mandi wajib (mandi janabah) atau wudhu jika tidak dalam keadaan junub.
Bagaimana cara melontar jumroh?
Amalan Haji pada Hari Tasyriq - Rumaysho.ComUrutan melempar jumrah dimulai dengan Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah (Idul Adha), lalu pada hari Tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah) secara berurutan dari Jumrah Ula, diikuti Jumrah Wustha, dan terakhir Jumrah Aqabah, masing-masing tujuh lemparan kerikil dengan takbir, sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.

1 month ago
32
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4482813/original/089788900_1687846078-Kekhusyukan_jemaah_haji_panjatkan_doa_di_Jabal_Rahmah-AP__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4807449/original/039505800_1713598629-20240420-Manasik_Haji-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4649864/original/063653700_1700042044-WhatsApp_Image_2023-11-15_at_14.40.43__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5241350/original/092036300_1748947657-20250603-Suasana_Masjidil_Haram-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4487756/original/048574500_1688208737-20230701-Jemaah_Haji_Tawaf_Ifadah-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4863721/original/068009200_1718356035-20240614-Jamaah_Haji_di_Mina-AP_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5238152/original/036732800_1748676837-WhatsApp_Image_2025-05-30_at_15.43.21.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4864490/original/019606900_1718432505-Khusyuk_Wukuf_Jemaah_Haji_di_Padang_Arafah-AP__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4630609/original/018795000_1698749750-shutterstock_1317599912.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2336512/original/027258800_1534830140-IMG-20180820-WA0306.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5220780/original/081582500_1747292417-Haji_2025_3.jpg)




























